riau24 Pilkada Jadi Ajang Incar Jabatan | Berita Riau
Senin, 18 Desember 2017

Pilkada Jadi Ajang Incar Jabatan

0
ilustrasi
Berita Riau -  Pilkada Jadi Ajang Incar Jabatan

Inhu-Riau24.com-Setelah pilkada serentak 9 Desember nanti selesai, kemungkinan besar Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu, H Suhardi akan diganti dengan yang baru. Sepertinya jabatan tersebut sedang diincar salah satu kepala bidang di dinas tersebut yang sedang melakukan pendekatan langsung ke calon incumbent nomor urut 2.

Menurut informasi, bila Yopi Arianto menang pada pilkada 9 Desember 2015 mendatang, Kadis Kesehatan akan digantikan dengan Kabid Yankesmas. Diduga yang ingin menjabat sebagai Kadis adalah Kabid Yankesmas Sawangin Gurning SKM (Gurning-red) karena ikut kampanye dan mendukung Paslon nomor urut 2 H Yopi Arianto SE.

Saat itu Yopi mengikuti temu ramah atau kampanye kecil di Kelurahan Tanah Merah. Secara terang-terangan Gurning hadir dalam acara kampanye tersebut dan sempat juga bersalaman dengan calon bupati Yopi. Tidak hanya itu diduga Gurning juga yang menggerakkan massa untuk meramaikan acara tersebut.

Menyikapi hal ini, Adi akfitis LSM TOPAN RI mengatakan, selaku PNS/ASN sesuai Pasal 51 Undang-Undang No 6 Tahun 2014 tentang desa, aparatur pemerintah desa dilarang untuk ikut berkampanye.

Larangan tersebut juga ditegaskan dalam Pasal 70 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pemilukada dan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 7 Tahun 2015 tentang penyelenggaraan kampanye Pasal 66 ayat 2 huruf C. Yang melanggar, sanksinya bisa pidana.

Dan Sesuai UU 1/2015 tentang Pilkada Pasal 70 (1) dalam Kampanye, calon dilarang melibatkan a. pejabat badan usaha milik negara/badan usaha milik daerah, b. aparatur sipil Negara, anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan anggota Tentara Nasional Indonesia dan c. Kepala Desa atau sebutan lain/Lurah dan perangkat desa atau sebutan lain/perangkat Kelurahan. “sebut Adi.

“Dari hasil pengamatan, Gurning sudah melanggar UU yang disebutkan tadi, jadi sudah sewajarnya Panwaslu, Bupati Inhu, Kesbangpol, Inspektorat dan BKD memberi sangsi sesuai pelanggaran yang dilakukan. Untuk memberi sanksi terhadap PNS/ASN yang melanggar UU dan tidak netral dalam pilkada, saya minta instansi terkait dan berwenang tidak harus menunggu laporan, pasalnya pemberitaan itu sudah salah satu bukti untuk memberi sanki terhadap PNS/ASN berpolitik. Dan bila pemberitaan itu tidak benarkan bisa dituntut,“ tegas Adi.

“Dengan sanksi tak kunjung diberikan, Panwaslu, Bupati Inhu, Kesbangol, Inspektorat dan BKD, saya nilai telah gagal mensukseskan pilkada serentak ini. Atau jangan-jangan mereka sudah diamankan oleh yang bersangkutan atau oleh Paslon.“ sindir Adi.

Untuk memberi sanksi terhadap PNS/ASN yang melanggar UU dan tidak netral, Panwaslu, Bupati Inhu, Kesbangpol, Inspektorat dan BKD tidak perlu harus tunggu laporan, pasalnya berita itu kan sudah salah satu bukti,“ sindir Adi.

“Sementara itu menurut keterangan Ketua Panwascam Kecamatan Pasir Penyu Hadi Sunarto mengatakan, kalau sekedar hadir itu tidak melanggar UU, yang penting mereka tidak melakukan kegiatan seperti menyebarkan setiker paslon atau lainnya, Dan banyak saya jumpai PNS yang ikut kampanye paslon 1 dan 2, tapi mereka sekedar duduk saja. Seperti di tempat Yanto, saya juga lihat Ali Manto datang dalam acara Yopi, tapi Ali Manto tidak melakukan kegiatan apa-apa hanya sebatas mendengarkan misi dan visi paslon. Tidak hanya itu disaat paslon nomor 1 kampanye juga saya lihat anggota Satpol PP yang hadir dalam acara itu, tapi mereka tidak melakukan kegiatan, mereka hanya mendengarkan misi dan visi masing-masing paslon,“ singkat Hadi Sunarto.

Di tempat terpisah Ketua Ikatan Anak Negeri (Iksan) Haryadi Sanjaya menyayangkan sikap Panwascam yang buta akan UU tentang pelanggaran PNS, dan juga tidak netral terhadap paslon. “Kita minta Panwaslukab untuk menindak tegas Panwascam yang tidak netral dan belum memahami UU,“ singkatnya.

R24/mrd/toni

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru