riau24 Mitos dan Kesalahpahaman Pembelian Rumah | Berita Riau
Rabu, 13 Desember 2017

Mitos dan Kesalahpahaman Pembelian Rumah

0
Berita Riau -  Mitos dan Kesalahpahaman Pembelian Rumah

Jakarta-Riau24.com - Perencanaan pembelian property sangat penting untuk rencana hidup Anda. Perencanaan membeli rumah akan menjamin bahwa Anda dan orang yang Anda cintai memiliki apa yang mereka butuhkan nantinya. Namun, perlu berhati-hati dalam mebuat perencanaan tersebut karena ada banyak mitos dan kesalahpahaman di luar sana tentang perencanaan perumahan.

Dari sekian banyak mitos dan kesalahpahaman, berikut ini adalah beberapa hal yang sering kita dengar seperti dilansir dalam artikel berjudul 12 Estate Planning Myths and Misconceptions oleh Pakar Perencana Keuangan, Wes Moss.

1. Perencanaan properti hanya untuk orang kaya

Perencanaan properti berlaku untuk semua orang, bukan hanya orang-orang kaya. Sebab, setiap orang sudah tentu membutuhkan perumahan dalam kehidupan mereka.

 

2. Saya terlalu muda untuk melakukan perencanaan

Tidak peduli berapa usia kita atau berapa banyak properti yang kita miliki, tetaplah harus menempatkan rencana aksi sesegera mungkin terkait perumahan. Hal ini merupakan bentuk terbaik yang dapat dilakukan untuk diri sendiri dan orang yang Anda cintai.

3. Wanita sudah menikah, akan ikut rumah suami

Menikah bukan berarti Anda harus mengabaikan perencanaan keuangan. Terlebih menyerahkannya kepada pasangan Anda. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi nantiny. Untuk mengatasi hal-hal yang tidak diinginkan, maka Anda perlu juga membuat perencanaan rumah secara pribadi.

4. Libatkan keluatrga dalam perencanaan property

Harapan yang terlontar tersebut biasanya akan membuat Anda merasa tidak perlu lagi melakukan perencaan perumahan. Namun, meskipun hal tersebut benar adanya, Anda perlu menuliskan perencanaan Anda untuk mengurangi potensi masalah yang terjadi suatu hari nanti. Dengan membuat keinginan Anda secara jelas, Anda dapat percaya bahwa keluarga Anda akan mengurus hal-hal sesuai keinginan Anda.

5. Saya tidak harus berkoordinasi untuk dana pensiun atau asuransi

Asuransi adalah bagian dari harta Anda, begitu juga asuransi property. Oleh sebab itu, Anda perlu menyertakan penerima manfaat tersebut. Orang yang Anda tentukan untuk menerima uang pada manfaat asuransi itu harus sesuai dengan orang yang tercantum dalam rencana real Anda.

6. Mengabaikan skenario potensial

Perencanaan properti bukan hanya sesederhana menunjuk penerima manfaat dan meninggalkannya begitu saja. Anda perlu mempertimbangkan kemungkinan skenario lain seperti apa yang terjadi jika orang yang Anda tunjuk untuk menerima aset tersebut meninggal, ataupun hal-hal lain yang mungkin terjadi. Pastikan untuk memiliki rencana alternatif untuk aset Anda.

7. Komunikasi yang baik

Ketika merencanakan real estate Anda, pastikan untuk berbicara dengan ahli waris dan orang-orang tercinta tentang rencana Anda. Situasikan di mana orang yang dicintai meninggal sehingga anak-anaknya secara otomatis mulai membagi harta pribadi, menutup rekening bank, dan masih banyak lagi tanpa repot-repot untuk membaca dokumen real. Asuransi kebijakan, saham dan properti bisa diklaim tanpa komunikasi apapun. Biarkan orang yang Anda cintai tahu rencana Anda.

8. Mencoba untuk membuat semua orang bahagia

Ada pepatah yang mengatakan Anda dapat menyenangkan beberapa orang beberapa waktu, tetapi Anda tidak bisa menyenangkan semua orang sepanjang waktu. Hal ini berlaku untuk perencanaan perumahan. Anda akan membuat surat wasiat, membagi aset Anda, dan memiliki segala sesuatu yang ditulis persis yang Anda inginkan yang membuat sebagian orang mungkin menjadi tidak senang. Namun, hal tersebut adalah sebuah kenyataan yang harus dihadapi, sehingga Anda perlu untuk mengurus hal itu sesuai keinginan Anda.

9. Merencanakan semua sendiri

Perencanaan properti bukan proyek do-it-yourself atau merencanakan semuanya sendirian. Anda perlu berbicara dengan profesional ataupun penasihat keuangan dan perencana property yang tahu seluk-beluk hukum yang terkait mengenai pajak, kepercayaan dan kehendak.

10. Gagal memperbarui dokumen

Anda perlu melakukan update dan perubahan setidaknya sekali dalam setahun jika tidak mau kehilangan banyak denda. Perhatikanlah aset Anda, rekening yang Anda miliki dan investasi yang Anda punya.

11. Gagal memperhatikan aset gabungan

Jika Anda dan pasangan Anda telah menggabungkan aset untuk Anda anak-anak, Anda juga perlu memperhatikan dampak pajak dari aset tersebut. Jangan sampai Anda meninggalkan semua harta untuk orang tersayang tanpa mempertimbangkan hal tersebut. Bicaralah dengan penasihat keuangan untuk menentukan cara terbaik untuk menunjuk penerima manfaat untuk menghindari pajak besar di properti Anda.

12. Tidak memberikan rumah sebagai hadiah

Jika Anda memiliki beberapa aset dan ingin menghindari kemungkinan potensi pajak, Anda mungkin ingin menghadiahi beberapa aset tersebut kepada orang yang Anda cintai. Hadiah tersebut bisa jadi akan terbebas dari pajak yang nantinya dikenakan kepada penerima aset.

R24/noe/okezone 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru