riau24 Langgam Ditetapkan Jadi Lokasi Kawasan Teknopolitan | Berita Riau
Minggu, 11 Desember 2016

Satu Dari 8 Daerah Di Sumatera

Langgam Ditetapkan Jadi Lokasi Kawasan Teknopolitan

0
Bupati Pelalawan, HM Harris
Berita Riau -  Langgam Ditetapkan Jadi Lokasi Kawasan Teknopolitan

Pelalawan-Riau24.com-Bupati Pelalawan HM Harris saat kunjungan kerja di kecamatan Kuala Kampar belum lama ini menegaskan pihaknya telah berjuang merebut pembangunan kawasan teknopolitan koridor Sunmatera dari delapan kawasan teknopolitan yang akan dibangun di delapan wilayah di Inddonesia pada pemerintahan SBY lalu.

Menurut HM Harris, yang menjadi syarat perjuangan agar berhasil merebut teknopolitan dibangun di Pelalawan yaitu harus tersedia lokasi lahan seluas ribuan hektar.

Pernyataan itu diungkapkan Bupati Pelalawan HM Harris saat menceritakan kronologis perjuangannya bisa merebut pembangunan kawasan teknopolitan koridor Sumatera yang akan dibangun di kabupaten Pelalawan.

Diceritakan HM Harris, di era presiden SBY lalu telah diprogramkan MP3EI dengan membangun delapan kawasan teknopolitan untuk pembangunan berbagai pabrik industri hilir kelapa sawit yang hanya akan dibangun di delapan wilayah dinegara Indonesia. Dari jumlah 8 kawasan teknopolitan di Indonesia maka salah satunya ada di wilayah sumatera yang setiap provinsi waktu ikut berjuang berebut ke pusat supaya dibangun di daerahnya masig-masing dengan syarat bisa menyediakan lahan seluas ribuan hektar di satu hamparan untuk lokasi dibangunnya teknopolitan tersebut.

"Kalau di Pelalawan sendiri setelah kami cek hanya tersedia ribuan hektar lahan dalam satu kawasan yang bisa dibebaskan berada di kecamatan Langgam. Jadi setelah kami cari-cari lokasi lahan akhirnya kami putuskan dibangun teknopolitan di Langgam. Karena perjuangan saya merebut teknopolitan koridor wilayah sumatera tak berhasil dibangun di daerah kita, maka saya putuskan pengajuan lokasi lahan untuk teknopolitan ke pemerintah pusat untuk dibangun di Langgam karena jumlah lahannya mencukupi dibanding kecamatan lain di Pelalawan," terang HM Harris.

Kemudian dipilihnya lokasi dibangunnya teknopolitan di Langgam ditegaskan Bupati, juga diperkuat oleh hasil uji kelayakan di berbagai tempat di kabupaten Pelalawan oleh tim BPPT Pusat. Namun mereka akhirnya memutuskan di Langgam tersedia ribuan hektar lahan dalam satu kawasan yang menjadi syarat bisa dibangun teknopolitan tersebut.

"Jadi dipilihnya lokasi teknopolitan di Langgam bukan karena kampung halaman saya tapi karena sudah melalui hasil kajian uji kelayakan lokasi yang dilakukan pihak BPPT Pusat sebelumnya," bebernya.

Sekarang kata Bupati, pembangunan teknopolitan koridor Sumatera dibangun di Pelalawan sudah diterbitkan Kepresnya olen Presiden Jokowi. Yang belum diterbitkan Kepresnya adalah pembangunan Pelabuhan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk Kawasan Asean di desa Sokoi kecamatan Kuala Kampar yang kita rencanakan.

Hal senada juga diungkapkan Ketua DPRD Pelalawan Nazarudin MH saat mengunjungi Pedagang Pasar Baru Pangkalan Kerinci mengatakan, alasan teknopolitan dibangun di Langgam karena stok lahan yang memadai karena harus berada di satu kawasan. “Kan di kawasan teknopolitan nantinya akan dibangun berbagai pabrik industri hilir kelapa sawit dalam kawasan Riset dan Perguruan Tinggi Teknologi Pelalawan yang kini sedang diurus izin pendiriannya oleh Pemkab Pelalawan ke Kemenristekdikti," tandas Nazarudin.

Kemudian yang menjadi alasan kenapa harus dibangun PLTG di Langgam, jelas Ketua DPRD, karena memang adanya sumur gas di Langgam dekat lokasi PLTG sekarang. “Kalau bidang pembangunan lain dilakukan secara merata di setiap kecamatan di kabupaten Pelalawan," tegasnya.

R24/mrd/suhemri

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam