riau24 Kuning Dibalas Merah | Berita Riau
Jumat, 15 Desember 2017

Liputan Khusus Malaysia

Kuning Dibalas Merah

1
Malaysia Setelah Bersih, Lantas Apa? (Malaysia Kini)
Berita Riau -  Kuning Dibalas Merah

Kuala Lumpur-Riau24.com-Keesokan harinya setelah Bersih 4 selesai berdemo, Kementerian Perkotaan dan Perumahan mengganjar panita Bersih sebesar RM 65 ribu atau sekitar Rp 213 juta akibat dari kerusakan yang dialami Kuala Lumpur.

"Para pendemo merusak properti di Kuala Lumpur, mereka juga kencing sembarangan," kata Datuk Abdul Rahman Dahlan, seperti dikutip dari The Star. 

Selain menuntut uang ganti rugi, para pentolan aktivitis juga dipanggil polisi. Salah satunya adalah ketua panitia Bersih 4, Maria Chin. Selain mereka, polisi juga berencana memanggil Mahatir Mohammad. Namun, hingga kini pemanggilan Dr. M baru sebatas wacana.

"Buang-buang waktu saja polisi memanggil kami karena apa yang kami lakukan adalah gerakan reformasi," kata Maria.

"Konyolnya, surat panggilan diberikan lewat pengacara kami. Kami tidak pernah dipanggil secara langsung. Saya tidak tahu apa yang ada di pikiran mereka. Benar-benar tidak profesional," tambahnya lagi. Bersih dilaporkan telah melanggar undang-undang pasal 120, 124C dan 141 melakukan perbuatan kriminal.

Polisi mengikuti perintah PM Nadjib memberi label gerakan tersebut ilegal.

Tak ingin pemerintahan Perdana Menteri digoyah, sebuah gerakan tandingan ingin menentang mereka. Kelompok ini menamakan ' Himpunan Maruah Melayu' dan memakai kaos merah sebagai simbol ketidaksukaan mereka bagi siapapun yang ingin menggulingkan Malaysia.

'Kaos Merah' berencana ingin memerahkan Malaysia sebagai 'balasan' Bersih yang berhasil menguningkan Kuala Lumpur pada tanggal 16 September.

Namun, rencana mereka ditentang oleh sebagian orang termasuk mantan menteri perdagangan dan industri, Sri Rafidah Aziz.  

Perempuan yang pernah dijuluki 'Iron lady' Malaysia ini mengatakan demo ini hanya akan memperkeruh situasi di Malaysia karena akan menyinggung ras tertentu.

"Pemilihan waktu dan tempat sungguh rasial. Tanggal 16 September adalah hari Persatuan Malaysia, sementara memilih lokasi yang didominasi etnis tertentu tidaklah pantas," kata Rafidah Aziz kepada The Malay Online, 6 September 2015.

Namun pernyataannya ditentang oleh ketua kelompok ini, Awang Selamat. Ia mengatakan gerakannya adalah untuk melawan ektremis. Awang menuduh, justru Bersihlah yang bersifat rasis. Menurutnya, 85% pengunjuk rasa Bersih berasal bukan dari etnis Melayu.

Sejauh ini polisi melarang bagi gerakan Kaos Merah untuk berunjuk rasa pada 16 September untuk alasan keamanan. 

R24/liputan6/noe 

 

 

Video Channel Riau24 TV




Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Selasa, 12 Desember 2017 12:29 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA & ANJING ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/Ms1ZMuu.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru