riau24 Harga Daging Ayam Sumbang Deflasi Terbesar di September Ini | Berita Riau
Senin, 11 Desember 2017

Harga Daging Ayam Sumbang Deflasi Terbesar di September Ini

0
Ilustrasi Inflasi
Berita Riau -  Harga Daging Ayam Sumbang Deflasi Terbesar di September Ini

Jakarta-Riau24.com‎Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan realisasi deflasi 0,05 persen untuk periode September 2015. Realisasi ini berbeda dengan posisi September 2014 yang mencatatkan inflasi sebesar 0,27 persen. Jika dibandingkan Agustus 2015, angka realisasi September kemarin juga lebih rendah karena pada bulan lalu tercatat inflasi 0,39 persen.

Kepala BPS, Suryamin menuturkan, inflasi terkendali di angka 6,83 persen secara tahun ke tahun (Year on Year). Kalau secara tahun kalender (year to date) tercatat 2,24 persen. Komponen inti pada September 2015 tercatat 0,44 persen, sedangkan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun mencapai 5,07 persen.

"Setelah melewati puasa dan Lebaran, kontrol pemerintah dalam mengendalikan harga bagus," jelas Suryamin saat Konferensi Pers Inflasi September 2015 di kantornya, Jakarta, Kamis (1/10/2015).

Berikut penyebab utama deflasi di bulan kesembilan ini:

1. Daging ayam ras dengan penurunan harga 9,31 persen, bobot 1,2 persen, andil deflasi sampai 0,13 persen. Penurunan harga terjadi karena suplai daging ayam banyak. Penurunan harga daging ayam terjadi di 62 kota IHK, paling tingg di Jambi 25 persen, dan Pematang Siantar 23 persen

2. Cabai merah dengan perubahan harga turun 10,98 persen, bobot 0,05 persen, dan andil deflasi 0,09 persen karena pasokan cabai merah cukup banyak. Terjadi penurunan harga di 58 kota IHK, tertinggi di Padang Sidempuan dan Jambi masing-masing 40 persen serta Lhokseumawe 38 persen.

3. Tarif angkutan udara dengan perubahan penurunan harga 10,22 persen, andil deflasi 0,09 persen karena penurunan tarif batas bawah penerbangan, sedangkan tarif batas atas disesuaikan. Terjadi penurunan tarif di 30 kota IHK, paling besar di Palembang dan Ternate masing-masing 22 persen.

4. Bawang merah mengalami perubahan akibat penurunan harga 9,97 prsen, dengan andil deflasi 0,04 persen karena pasokan cukup banyak dari sentra. Sebanyak 71 kota IHK mengalami penurunan harga, tertinggi di Cirebon 34 persen, dan Kupang sampai 25 persen.

5. Cabai rawit dengan perubahan harga turun 12,27 persen, andil deflasi 0,02 persen karena pasokan cabai rawit banyak. Sebanyak 49 kota IHK, paling tinggi di Jambi 53 persen, Sumenep dan Tasikmalaya masing-masing 41 persen.

6. Minyak goreng dengan perubahan harga 1,95 prsen, andil deflasi 0,02 persen karena pasokan dari distributor lancar dan harga CPO turun. Penurunan harga tertinggi terjadi di Sibolga 8 persen dan Tanjung Pinang 5 persen.

7. Bensin Pertamax dengan perubahan harga 0,53 persen, bobot 3,9 persen dan andil inflasi 0,02 persen. Karena harga minyak dunia turun, terjadi penurunan harga BBM Pertamax di 68 kota IHK. Tertinggi di Tarakan 2 persen.

Sementara penyebab inflasi:

1. Beras dengan perubahan harga 2,04 persen, bobot 0,38 persen, dan andil inflasi 0,08 persen karena berkurangnya pasokan. Meski ada panen tapi masih panen gaduh. Sebanyak 74 kota IHK mengalami kenaikan harga, tertinggi di Bulukumba, Purwokerto dan Pangkal pinang masing-masing 6 persen.

2. ‎Uang kuliah akademi dan Perguruan Tinggi dengan perubahan harga 3,15 persen, bobot 1,46 persen dan andil inflasi 0,05 persen karena memasuki tahun ajaran baru. Sebanyak 32 kota IHK mengalami kenaikan harga, tertinggi di Malang 17 persen dan Pangkal pinang 16 persen.

3. Perhiasan emas dengan perubahan kenaikan harga 3,44 persen, bobot 1,19 persen, andil inflasi 0,04 persen, karena mengikuti harga internasional. Terjadi kenaikan harga di 74 kota IHK, tertinggi di Bekasi 10 persen dan, 8 persen di Madiun.

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru