riau24 Anggota DPRD Ganti Warna Pelat Mobil, Ahok: Polisi Harus Tangkap! | Berita Riau
Sabtu, 16 Desember 2017

Anggota DPRD Ganti Warna Pelat Mobil, Ahok: Polisi Harus Tangkap!

2
Berita Riau -  Anggota DPRD Ganti Warna Pelat Mobil, Ahok: Polisi Harus Tangkap!

Jakarta-Riau24.com - Sejumlah anggota DPRD mengganti pelat mobil dinas berwarna merahnya menjadi hitam. Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) menyebut jika ada yang nekat seperti itu maka harus ditangkap polisi.

"Itu harus ditangkap polisi," ujar Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (1/10/2015).

Ahok pun menyarankan agar para anggota dewan yang ingin mengganti warna pelat mobilnya dari merah ke hitam untuk melapor ke Ditlantas Polda Metro Jaya. Dengan begitu, mereka akan diberi pelat berwarna hitam dengan kode huruf 'RFS', 'RFR' dan sebagainya.

"Kalau mau nanti dilapor ke polisi nanti dikasih pelat yang ada RFS, RFR, RFC dan lainnya khusus dari polisi. Kayak mobil saya ini kan pelat merah, tapi saya dapat pelat itu karena kita ajukan," terang dia.

"Makanya kodenya RFK atau RFR. Kalau kepalanya (huruf) 2 itu umum dan bisa beli, kalau kepalanya 1 ya itu mobil pemerintah, pelat merah diubah jadi hitam," jelas Ahok.

Untuk diketahui, kendaraan operasional Ahok yang selama ini digunakan pelatnya berwarna hitam dengan nomor polisi B 1966 RFR. Mobil SUV Land Cruiser warna hitam itu sudah digunakan Ahok sejak dirinya masih menjadi Wagub DKI Jakarta.

Sebelumnya, pelat mobil untuk Pemprov DKI memiliki tiga huruf seperti 'PQA' dan 'PQB'. Jenis mobil dinas untuk dewan adalah Toyota Corolla Altis hitam.

Sejumlah mobil yang berpelat hitam itu bahkan diparkir di tempat khusus untuk anggota dewan. Saat dikonfirmasi kepada salah satu anggota DPRD DKI, James Arifin Sianipar membenarkan dirinya mengganti pelat mobilnya menjadi warna hitam. Adapun alasan James untuk keamanannya semata.

"Alasannya karena sering ada demo-demo, takut pendemo anarkis terus ngerusak mobil. itu juga sementara kan kita pinjam ada asuransi, tapi asuransi dari kita, pemegang mobil. Pajak sama asuransi kita yang bayar," kata James saat dihubungi.

Sekretaris Komisi C yang membidangi Keuangan ini mengaku tahu tindakannya melanggar aturan, namun ia menyebut nomor kepolisiannya 'B 1043 PQB' tidak berubah. Dia pun berjanji segera mengganti warna pelatnya menjadi merah lagi segera setelah sampai di rumah.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Aset dan Daerah (BPKAD) DKI Heru Budi Hartono mengatakan penggantian warna pelat tidak boleh dilakukan karena bisa dikenakan sanksi Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 tahun 2009. Heru mengimbau agar pelat dikembalikan ke warna aslinya, yakni merah.

Sebab apabila sampai diberhentikan kepolisian di jalan, maka yang tercatat itu merupakan aset Pemprov DKI. Menurut mantan Wali Kota Jakarta Utara tersebut seharusnya kalau mengganti pelat seperti itu, anggota dewan juga harus mengganti STNK-nya. Sehingga ada 2 STNK dan 2 pelat mobil untuk satu kendaraan dewan. 

R24/rno/detik 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Jumat, 27 Oktober 2017 15:14 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/3kH5LyG.jpg
Wak labu
Minggu, 04 Oktober 2015 18:31 wib
Bagai mana pula kalau kendaraan dinas nya,tidak di pasang pelat nya pak,,?di desa kami ada ini pak,,
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru