riau24 RKT PT. Rimba Lazuardi akan Distatus-quokan | Berita Riau
Senin, 18 Desember 2017

Bakar Rumah Dan Racun Kebun Warga,

RKT PT. Rimba Lazuardi akan Distatus-quokan

0
Kebun sawit seringkali memicu adanya masalah. Antara masyarakat dan perusahaan sering bentrok
Berita Riau -  RKT PT. Rimba Lazuardi akan Distatus-quokan

Pelalawan-Riau24.com-Dalam hearing antara masyarakat Aliansi Masyarakat Untuk Keadilan (AMUK) dengan DPRD Pelalawan terkait kasus pembakaran rumah dan pengracunan kebun sawit milik 70 KK warga desa Lubuk Kembang Bunga kecamatan Ukui yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Pelalawan Supriyanto, SP terungkap bahwa pihak Dinas Kehutanan (Dishut) Riau melalui suratnya mendesak DPRD Pelalawan supaya menstatus-quokan Rencana Kegiatan Tahunan (RKT) PT.Rimba Lazuardi 2015.

Alasan Dishut Riau meminta DPRD Pelalawan menstatus-quokan RKT perusahaan ini karena terus terjadi komplik dengan masyarakat Lubuk Kembang Bunga di Pelalawan.

Surat Dishut Riau dibacakan Jepri, staf Dishutbun Pelalawan di depan para pimpinan dan anggoata DPRD Pelalawan pada acara rapat hearing tersebut. Terkait itu, masyarakat yang menamakan diri Amuk Pelalawan itu minta DPRD dan Pemkab Pelalawan mencabut izin PT. Rimba Lazuardi.

"Jika lokasi rumah dan lokasi perkebunan warga sebanyak 70 KK yang dibakar dan diracun pihak perusahaan tanggal 26 September lalu berada di areal perusahaan, kenapa baru sekarang mereka diusir. Inikan terjadi pembiaran oleh pihak perusahaan padahal warga sudah menanam sawit dan kini sudah berumur tiga tahun lalu diracun dan rumah para warga dibakar. Ini Keterlaluan. Pihak Dishutbun Pelalawan kemana aja selama ini," kecam Aprizal dan Jumris pada pimpinan DPRD dan para anggota komisi I DPRD serta Asisten Pemkab Zulhelmi dan para staf Dishutbun, Kamis (1/10/2015).

Desakan AMUK langsung ditanggapi Wakil Ketua DPRD Pelalawan dan mengatakan, Senin pecan depan seluruh komisi di DPRD Pelalawan akan menggelar rapat dengan dinas terkait, perusahaan Rimba Lazuardi dan Pemkab Pelalawan. "Gabungan Komisi akan meminta perusahaan membawa semua dokumen izinnya dan kita cek jumlah izin yang dikantonginya," terang Supriyanto.

Sementara; Jepri dari Dishut Pelalawan mengaku pihaknya sudah turun ke lokasi perkebunan warga yang diklaim perusahaan Rimba Lazuardi mengukurnya pakai JPS. “Dari hasil pengukuran kami memang lokasi perkebunan warga di desa Lubuk Kembang Bunga Ukui berada dalam kawasan hutan,” ujarnya. Kemudian MD Rizal, Kepala Dinas Sosial Pelalawan mengatakan pihaknya sudah dua kali turun ke lokasi pemukiman warga yang dibakar PT. Rimba Lazuardi. "Pada saat turun pertama kalinya kami tidak menemukan warga dan kami hanya menjumpai puing-puing rumah warga 70 KK yang rata dengan tanah akibat dibakar dan semua kebun sawit warga sudah mati akibat diracuni perusahaan,” kata MD. Rizal.

Ditambahkannya, pada turun kedua kalinya bertemu para warga dan langsung menyerahkan bantuan saat itu. “Kita sangat prihatin dengan kondisi kebun warga sudah berumur tiga tahun habis diracun. Sudah begitu banyak dana warga habis untuk membangun kebunnya itu," terang MD Rizal.

R24/mdi/shi

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru