riau24 BEM Uniks: Jika Perusahaan Tidak Ada Kontribusi Bagi Daerah, Lebih Baik Hengkang | Berita Riau
Jumat, 15 Desember 2017

BEM Uniks: Jika Perusahaan Tidak Ada Kontribusi Bagi Daerah, Lebih Baik Hengkang

0
BEM Uniks meminta adanya kontribusi perusahaan terhadap Kuansing. Jikat tidak, silahkan hengkang
Berita Riau -  BEM Uniks: Jika Perusahaan Tidak Ada Kontribusi Bagi Daerah, Lebih Baik Hengkang

Kuansing-Riau24.com-Mahasiwa Kabupaten Kuantan Singingi sangat geram terhadap perusahaan yang tidak memberi kontribusi bagi daerah dan masyarakat. Padahal mereka sudah mengeksploitasi sumber daya alam Kuansing selama ini demi keuntungan koorporasi dan pemilik modal.

"Bagi perusahaan yang tidak berkontribusi bagi daerah dan masyarakat, kita minta mereka hengkang saja," ungkap Presiden Mahasiswa Badan Ekesekutif Mahasiswa Universitas Islam Kuantan Singingi (Uniks), Heri Guspendri kepada wartawan, Jumat (2/10/2015).

Menurutnya, mereka akan mendatangi setiap perusahaan yang ada di Kuansing, dan meminta data dan fakta setiap perusahaan terhadap program-program pemberdayaan masyarakat mereka selama ini. "Jika tidak ada program pengembangan masyarakat, kita minta mereka pergi saja dari Kuansing, karena hanya menyedot kekayaan sumber daya alam tanpa peduli dengan nasib masyarakat setempat," paparnya.

Bahkan terhadap perusahaan yang tidak peduli tersebut, mereka juga akan meminta klarifikasi persyaratan dan legalitas usaha bahkan mekanisme pengelolaan limbah untuk mengetahui apakah sudah sesuai dengan aturan yang ada. "Sudahlah tidak peduli, kalau ada yang main-main dengan aturan akan dituntut kepada pemberi izin untuk dicabut," tuturnya.

Mereka juga akan mencermati komposisi tenaga kerja (naker) di setiap perusahaan, untuk mengetahui tingkat serapan naker lokal, karena masih banyak di daerah ini yang menganggur, jangan sampai mereka berdayakan naker dari luar,” ketusnya.

Sementara itu mereka juga berencana akan menggelar aksi melawan asap di tugu pendidikan. "Saat itu kita akan minta perusahaan dan oknum pembakar hutan dan lahan ditindak dan pemerintah diminta mengatasi kabut asap secepatnya, karena sudah meresahkan dan merugikan masyarakat," tukasnya.

R24/mdi/zar

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru