riau24 Usut Perusahaan Terlibat Karhutla, Polres Pelalawan Panggil Saksi Ahli | Berita Riau
Senin, 18 Desember 2017

Usut Perusahaan Terlibat Karhutla, Polres Pelalawan Panggil Saksi Ahli

0
Dua Polwan sedang ikut memadamkan api karhutla di Pelalawan
Berita Riau -  Usut Perusahaan Terlibat Karhutla, Polres Pelalawan Panggil Saksi Ahli

Pelalawan-Riau24.com-Kepala BLH Pelalawan Syamsul Anwar MH melalui Kabid Amdal Eko Novitra, SSTP mengaku bahwa ada lima perusahaan yang ada di kabupaten Pelalawan yang sedang diusut pihak kepolisian baik Polda Riau, Polres Pelalawan maupun pihak Polsek Bandar Sei Kijang-Pelalawan. Terkait jumlah itu, pihaknya telah dipanggil polisi untuk memberikan keterangan saksi ahli untuk empat perusahaan terlibat karhutla di Pelalawan.

Dari lima perusahaan yang diproses hukum oleh penyidik kepolisian itu diutarakan Eko Novitra, baru untuk empat perusahaan dirinya dipanggil dan berikan saksi ahli pada penyidik yang tengah usut kasus karhutla dilakukan 4 perusahaan di Pelalawan seperti PT. LIH, PT. Bukit Raya, PT.Pariwara, dan PT. RGMS.

"Kalau untuk berikan keterangan saksi ahli untuk kasus karhutla dilakukan PT. RGMS ditangani Polsek Bandar Sei Kijang, maka saya belum dipanggil tapi suratnya sudah ada. Tapi kalau untuk empat perusahaan saya sudah dipanggil dalam seminggu terakhir ini," terangnya.

“Khusus terhadap kasus gugatan Perdata yang akan dilakukan Kemen LHK Pusat pada kasus karhutla dilakukan pihak PT. LIH dan PT.Solalestari,” jelas Kabid BLH Pelalawan, padahal dirinya telah meminta dokumen Amdal kedua perusahaan tersebut oleh pihak auditor Kemen LHK pusat saat datang ke Pelalawan beberapa minggu lalu.

"Pada saya hanya diminta data dokumen amdal terkait dua perusahaan oleh auditor Kemen LHK sebagai dokumen mereka untuk bahan data yang dipersiapkan dalam menggugat secara perdata pada dua perusahaan terlibat karhutla di Pelalawan tersebut. Didokumen amdal itu diminta auditor Kemen LHK sudah lengkap semuanya terkait dua Perusahaan diproses secara pidana dan perdata tersebut," tegasnya.

Sementara Kepala BLH Pelalawan Syamsul Anwar mengaku bahwa untuk data dokumen persiapan gugatan secara perdata, pihak auditor KemenLHK saat turun ke Pelalawan hanya mengambil sample lahan terbakar dan sample di sekitar lahan terbakar di PT.LIH dan di PT. Solalestari tersebut.

"Sekarang masih menunggu hasil uji labor dari sample diambil oleh Pihak Kemen LHK pusat. Kini pihak Kemen LhK masih menyiapkan data bahan gugatan perdata pada dua perusahaan terlibat membakar lahan diPelalawan,"terang Kepala BLH Pelalawan.

R24/mdi/shi

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru