riau24 Efek Demo Bersih, Malaysia | Berita Riau
Minggu, 17 Desember 2017

Liputan Khusus Malaysia

Efek Demo Bersih, Malaysia

1
PM Najib Razak mengibarkan bendera nasional Malaysia saat merayakan Hari Kemerdekaan ke-58 di Kuala Lumpur, Senin (31/8/2015). Perayaan kemerdekaan kali ini dilakukan di tengah desakan mundur kepada PM Najib. (REUTERS/Olivia Harris)
Berita Riau -  Efek Demo Bersih, Malaysia

Kuala Lumpur-Riau24.com- Menurut beberapa pengamat, dalam penggalangan massa, Bersih 4 boleh dikatakan berhasil. Demo mereka digelar secaratertib dan damai. Namun, meski berhasil menguningkan Kuala Lumpur, Bersih tidak didukung oleh seuruh etnis di Malaysia.

Salah satu pedapat datang dari ahli politik dari Universitas Kebangsaan Melayu (UKM), Prof Dr Samsul Adabi Mamat. Menurut dia, demo Bersih berhasil karena media.

"Dari yang saya amati, hanya 30% etnis Melayu bergabung dalam demo itu," kata dia. Populasi di Malaysia 60% berasal dari Melayu, China 23%, sementara India 7%.

Samsul mengatakan bahwa ia tidak terkejut dengan sedikitnya jumlah etnis Melayu yang ikut serta. Sebab, 2 partai besar Melayu, PAS dan UMNO tidak ikut berpartisipasi dalam aksi.

Bersih mengklaim bahwa mereka berhasil menggalang 100 ribu orang di Malaysia dalam demo selama dua hari. Namun, 80% pengunjuk rasa berasal dari etnis China.

"Tapi bukan berarti bagi mereka yang tak hadir di demo tidak setuju dengan pernyataan Bersih, hanya saja mereka tampak lebih berhati-hati," tuturnya.

Namun bagi Bersih, demonstrasi dua hari 29-30 Agustus lalu merupakan keberhasilan.

"Kami menciptakan sejarah," kata Maria Chin. "Semoga dua hari berkumpul di sini, bisa menyelamatkan ekonomi kita. Kami tidak hanya meminta perdana menteri untuk turun, 

tapi juga mereformasi institusi," tambahnya lagi.

"Semoga pemerintah dan perdana menteri mendengar suara rakyatnya," tutup pidatonya diakhir dengan teriakan "Merdeka!"

Najib Absen di Konferensi Antikorupsi

Meski didera permintaan untuk lengser, terutama setelah skandal US$700 juta 1MDB menghampirinya, Perdana Menteri Nadjib Razak tetap tak tergoyahkan. Perdana menteri yang memimpin Malaysia dari tahun 2009 ini menyesalkan 'benih permusuhan' yang disebarkan oleh pengunjuk rasa Bersih.

Karena itu, pihaknya akan mengambil tindakan tegas atas aksi demonstrasi tersebut.  "Kami tidak akan pernah membiarkan siapa pun, dari dalam maupun dari luar, untuk merusak atau menghancurkan semua yang telah kita bangun selama ini," ucap Najib saat menyampaikan pesan pada Hari Kemerdekaan Malaysia 2015 di Kuala Lumpur Convention Center.

Najib meminta semua pihak untuk bersatu mengatasi persoalan ini. Karena dengan kesatuan, negara akan menjadi solid.

"Mari kita semua ingat, jika kita tidak bersatu, kehilangan solidaritas dan kohesi kami, semua masalah tidak akan terselesaikan, dan segala sesuatu yang kita telah susah payah dibangun akan hancur begitu saja," tukas dia.

Masih ada satu 'cacat' di mata Internasional. Meski nama PM Najib telah 'dibersihkan'oleh Komisi Antikorupsi Malaysia, yang mengatakan bahwa uang US$ 700 juta itu adalah sumbangan.

Masyarakat Transparansi Nasional salah satunya. Mereka membatalkan pidato PM Najib di pembukaan konferensi antikorupsi dunia. Selain itu, acara yang seyogyanya diadakan di Kuala Lumpur pada 2 September, dipindahkan ke Putrajaya.

Menteri Dalam Negeri Malaysia, Paul Low yang mengangkat dirinya sebagai juru bicara PM mengatakan, bahwa dirinya lah yang meminta PM Najib untuk tidak hadir sebagai pembicara di acara tersebut.

Paul Low tidak ingin PM Najib jadi 'bulan-bulanan' di pertemuan tinggi itu. "Saya bilang, kalau Datuk datang, Datuk akan hadapi kemarahan para aktivis (antikorupsi). Saya bisa berangkat, kalau Datuk mau, ya bisa saja," kata Low seperti dikutip dari The Malaysia Insider.


Beberapa aktivis sempat kecewa dengan absennya PM Najib, tapi tidak bagi Eksekutif Direktur Transparansi Internasional, Jose Ugas. Dalam pidatonya, dengan pedas ia mengkritik Pemerintah Malaysia.

"Tidak ada siapapun di Malaysia yang bisa menjelaskan, dan tidak menyadari, ada korupsi yang diam-diam menggerogoti negara ini," kata Ugaz dalam pidatonya.

"Ada dua pertanyaan. Siapa yang membayar uang itu? Kenapa? Ke mana uang itu? Hanya ada satu orang yang bisa menjawabnya," tutur Ugaz.

R24/liputan6/noe 

Video Channel Riau24 TV




Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Selasa, 12 Desember 2017 12:29 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA & ANJING ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/Ms1ZMuu.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru