riau24 Lawang Sewu, Saksi Bisu Kacaunya Birokrasi | Berita Riau
Kamis, 14 Desember 2017

Lawang Sewu, Saksi Bisu Kacaunya Birokrasi

1
Lawang Sewu Terancam Disegel Pemkot Semarang karena dianggap tidak membayar retribusi karcis selama empat tahun
Berita Riau -  Lawang Sewu, Saksi Bisu Kacaunya Birokrasi
Semarang-Riau24.com - Dianggap tidak membayar pajak retribusi, bangunan cagar bersejarah Lawang Sewu terancam disegel oleh Pemkot Semarang.

Pernyataan ini disampaikan Kepala Bidang Pajak Daerah Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) kota Semarang Agus Wuryanto setelah melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di tempat wisata Lawang Sewu Semarang pada Kamis (1/10) kemarin.

"Dari hasil sidak dan evaluasi, Pajak dari retribusi tiket yang belum dibayar ada sekitar 4 tahun", ujar Agus kepada CNN Indonesia, Jumat (2/10).

Agus menambahkan jika pihaknya akan segera melayangkan surat kepada PT.Kereta Api selaku pengelola Lawang Sewu.

"Surat akan segera kami layangkan ke PT.KA, jika masih belum diselesaikan, ya kami bisa segel", tambah Agus.

Sementara itu, Kepala Museum PT. Kereta Api Sapto Hartoyo ketika dikonfirmasi justru mempertanyakan pajak retribusi yang dituntut oleh Pemkot Semarang. Terlebih, kenapa baru tahun ini dipermasalahkan.

"Kami bingung, pajak retribusi yang mana. Kalau dari tiket masuk, itu sudah kami hitungkan ke pendapatan perusahaan dan pajaknya kami laporkan dan bayarkan setiap tahun", ujar Sapto.

Sapto pun menegaskan jika mulai tahun 2011 sejak ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya Nasional, Lawang Sewu menjadi aset kebanggaan Kota Semarang juga sebagai destinasi wisata.

"Kami mandiri, tanpa bantuan Pemerintah. Pendapatan tiket masuk kami gunakan untuk pemeliharaan Lawang Sewu", tambah Sapto.

Pihak PT. Kereta Api dalam waktu dekat akan segera mempertanyakan masalah ini ke Pemkot Semarang.

 Lawang Sewu, gedung ‘seribu’ pintu, pernah menjadi ikon gedung berhantu. Tayangan uji nyali dan kemunculan sosok seperti hantu perempuan yang menyebar di jejaring sosial, cukup untuk menciptakan kesan menakutkan.

Tapi siapa mengira, gedung yang dibangun pada 1904 dan selesai pada 1907 ini sebetulnya bagian dari sejarah kereta api di Indonesia. Inilah gedung yang dibangun oleh perusahaan swasta Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), yang pertama kali mengoperasikan kereta api di Hindia Belanda, untuk dijadikan kantornya. 

Selasa (16/6). Di halaman depannya ada sebuah lokomotif tua. Gedung ini memang sudah bersalin rupa menjadi museum kereta api. 

Di gerbang masuk ada pos pembelian tiket masuk. Harganya Rp 10 ribu per orang. Kalau ingin ditemani pemandu, tambahkan Rp 30 ribu. Pagi itu, CNN Indonesia ditemani pemandu bernama Arif.

Spot pertama yang diperlihatkan Arif pagi itu adalah mozaik kaca patri warna-warni yang menjadi daya tarik Lawang Sewu saat ini. Kaca ini memiliki beberapa ornamen yang punya cerita masing-masing. Di antaranya soal Semarang dan Batavia, dan gambar roda terbang yang pernah dijadikan lambang PT Kereta Api.

Dari sana, kami bergerak menuju ruang museum sejarah kereta api. Di sini dipamerkan berbagai artefak, foto, duplikat lokomotif kuno, dan kisah mengenai perkeretaapian di Indonesia.

Di seberang gedung museum ini ada museum khusus yang menceritakan riwayat Lawang Sewu serta proses restorasi yang dilakukan oleh PT KAI sejak 2011. “Dulu bangunan ini rusak di sana-sini,” kata Arif.

Spot berikutnya adalah bangunan pompa air di dekat gerbang masuk. Menurut catatan yang ada di bangunan itu, pompa air itu menyedot air dari sumur yang kedalamannya konon mencapai 1.000 meter.

Alasannya Belanda menggali sampai sedalam itu karena air tanah di Semarang memang kurang bagus pada kedalaman rendah. Sebab kota ini berada tepat di tepi laut.

Spot terakhir adalah bangunan kosong yang memiliki area bawah tanah. Di area inilah, kata Arif, dulu pernah dijadikan syuting uji nyali yang bikin heboh jejaring maya.

Tapi area bawah tanah ini tertutup untuk umum karena restorasinya masih berlangsung. Kami masih bisa melihat pintu masuk ke ruang bawah tanah, melalui sebuah jendela di bangunan itu. Aroma lembab dan dingin langsung terasa saat berada dekat pintu masuk itu. Selebihnya, Lawang Sewu sudah kehilangan 'sengat' menakutkannya.

R24/rno/cnn 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Jumat, 27 Oktober 2017 15:16 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/3kH5LyG.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru