riau24 Mata Pedih Terkena Debu Akibat Kebakaran Lahan | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Mata Pedih Terkena Debu Akibat Kebakaran Lahan

1
Kebakaran Lahan yang Membuat Pedih Mata
Berita Riau -  Mata Pedih Terkena Debu Akibat Kebakaran Lahan
Jakarta-Riau24.com-Kondisi akan udara dan juga cuaca yang buruk dialami warga Palembang ini telah sekitar dua bulan terakhir. Tak hanya karena asap yang pekat akibat kebakaran, tapi juga debu yang sangat pedih di mata.
 
"Udaranya mengandung debu abu, pedih sekali di mata," ucap seorang warga Palembang Koko Hanafi kepada wartawan, Minggu (4/10) sekitar pukul 21.05 WIB.
 
Koko menceritakan, kabut asap di Kota Palembang malam ini kondisinya lebih pekat dari siang tadi. Tentu jangan dibayangkan seperti kabut biasa, tapi kabut yang berasal dari sisa-sisa lahan yang dibakar. 
 
"Magrib tadi ada angin kencang. Biasanya karena angin itu, bara api makin menyala. Jadi malam ini lebih pekat dan pedih di mata. Mobil kalau sudah dicuci sore itu debuan lagi," paparnya.
 
Koko mengabadikan kondisi kabut asap di Kota Palembang malam ini saat melalui persimpangan Charitas, Ilir Barat, Kota Palembang. Debu akibat kebakaran lahan dan hutan itu berterbangan dan membuat langit Palembang lebih gelap.
 
Menurut Koko, kondisi ini terjadi hampir tiga bulan terakhir. Geografis Kota Palembang menurutnya, dikelilingi lahan-lahan dan hutan yang saat ini menjadi titik-titik api yang menyebarkan kabut asap dan debu bakaran. 
 
"Debu itu coklat kayak debu tanah. Karena angin kencang jadi tanah di gambut ikut terbang, warna debunya campur cokelat hitam gitu. Pedih di mata. Beberapa orang pakai kacamata berenang. Ada juga masker standar, tapi mana kuat," kata Koko.
 
Entah sampai kapan kabut ini membuat warga Palembang sulit dan sesak bernafas, juga debu bakarannya yang membuat mata perih melihat. Belum ada yang memastikan kapan akan berakhir.
 
"Ya gimana lagi," ucap Koko diiringi tawa soal warga yang hidup di kepungan asap.
 
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis, hingga hari ini Sumatera Selatan masih memiliki 1.340 titik api. Jumlah itu lebih banyak dibanding daerah lain. Konsentrasi hotspot di Sumsel ini terdapat di perkebunan dan hutan tanaman industri di Kab. Ogan Komering Ilir
 
R24/rul/detik
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Jumat, 27 Oktober 2017 15:15 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/3kH5LyG.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru