riau24 Tempat Suci Bagi Penggemar The Beatles di Penjuru Dunia | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Tempat Suci Bagi Penggemar The Beatles di Penjuru Dunia

0
Jalanan Abbey Road menarik perhatian publik saat diabadikan ke dalam sampul album terakhir bertitel sama, Abbey Road
Berita Riau -  Tempat Suci Bagi Penggemar The Beatles di Penjuru Dunia

Jakarta-Riau24.com-Barangkali, penyeberangan paling populer di dunia adalah Abbey Road. Jalanan ini menarik perhatian publik saat diabadikan ke dalam sampul album terakhir bertitel sama, Abbey Road. 

Bagi banyak wisatawan yang datang ke kota London, Abbey Road adalah lokasi yang wajib dikunjungi. Tak ketinggalan, mereka juga harus menciptakan foto terkenal bergaya seperti Paul McCartney, George Harrison, John Lennon, dan Ringo Starr yang populer selama berdekade-dekade.

Sebuah film pendek berjudul Why Don't We Do It in the Road? Bercerita tentang sebuah jalan penyeberangan tua di wilayah St. John's Wood di London. 

Di tempat itu, para personel The Beatles mengabadikan beberapa langkah santai mereka di sebuah penyeberangan. Foto itu lalu dikenang sepanjang masa dalam sejarah budaya pop di dunia.

Musim panas, 1969. Foto ikonik itu diambil saat sesi pemotretan selama sepuluh menit oleh Ian MacMillan untuk sampul album Abbey Road. Waktu yang singkat, tapi mampu mengubah kawasan pejalan kaki itu menjadi sebuah objek wisata yang padat. 

Hari ini, Anda bahkan bisa memantau persimpangan Abbey Road melalui tayangan langsung kamera web.

Mungkin, kemudahan akses Abbey Road juga menjadi salah satu alasan lokasi tersebut menarik. Di tempat terbuka, bukan di balik dinding studio, sebuah band paling dikenal dalam sejarah melangkah pendek. 

Dan jika Anda penggemar fanatik The Beatles, Anda juga melangkah di jejak mereka, secara harfiah.

Abbey Road adalah persimpangan pertama yang oleh Lembaga Warisan Inggris diakui sebagai tempat penting bagi sejarah dan budaya di Inggris. 

Lebih dari lima belas tahun yang lalu, zebra cross yang asli, di mana sesi pemotretan dilakukan, dipindahkan beberapa meter untuk alasan manajemen lalu-lintas.

John Penrose, Menteri Pariwisata dan Warisan Budaya Inggris ketika pemugaran Abbey Road dilakukan mengatakan, “Zebra cross London bukan kastil atau katedral, tetapi berkat pemotretan sepuluh menit pada satu Agustus pagi, 1969, tempat tersebut menjadi bagian dari warisan budaya kita.”

Roger Bowler, kepala perancang Warisan Budaya Inggris mengatakan, “Meskipun strukturnya sederhana, persimpangan tersebut dikenal oleh dunia internasional, dan terus memiliki daya tarik budaya yang besar. Godaan untuk menciptakan gaya ikonik seperti sampul album Abbey Road itu tetap kuat seperti biasanya.”

“Bersama-sama dengan studio Abbey Road, yang juga masuk dalam daftar warisan budaya, mereka (penyeberangan) tetap menjadi Mekkah bagi para penggemar The Beatles di seluruh dunia.”

Seiring waktu, tempat penyeberangan Abbey Road kini menjadi objek wisata yang amat sibuk. Begitu banyak 'jemaah' The Beatles, sampai-sampai pejabat kota harus mengecat dinding di sebelah persimpangan beberapa kali dalam setahun. 

Yang lebih merepotkan, pejalan kaki, yang jumlahnya tak terhitung, menyumbat jalan, mengabadikan gaya ikonik dalam sampul Abbey Road.

Seorang supir taksi penah mengatakan, “Saya lewat ke sini sepanjang waktu, dan situasinya selalu sama. Ini benar-benar mengganggu saya. Semua yang mereka lakukan adalah berpose di persimpangan," katanya geram.

“Foto tersebut menjadi foto ikonik pada 1960-an. Saya pikir alasannya menjadi begitu populer adalah kesederhanaannya. Foto itu sangat sederhana, pemotretan yang diatur gayanya. Gaya itu juga bisa diikuti oleh orang lain," kata McMillan pada 1989, kembali mengingat karyanya tersebut, seperti dikutip dalam laman Ultimate Classic Rock.

"Ini adalah tempat di mana orang-orang masih bisa berjalan dan mengikuti gaya tersebut.”

R24/rno/cnn

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru