riau24 "Perusahaan Pembakar Lahan itu Harus Diboikot Produknya" | Berita Riau
Senin, 18 Desember 2017

"Perusahaan Pembakar Lahan itu Harus Diboikot Produknya"

0
Salah Satu Lahan Terbakar Menyebab Kabut Asap
Berita Riau -
Jambi-Riau24.com-Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jambi melakukan kampanye ke sejumlah pasar pembeli produk hasil perkebunan. Diminta konsumen tidak membeli produk, baik perkebunan hutan tanaman industri dan sawit, yang diduga berasal dari perusahaan melakukan pembakaran lahan.
 
"Kami telah melakukan kampanye langsung ke pasar. Produk yang berasal dari perkebunan miliknya lima group perusahaan besar di Provinsi Jambi diduga ngabaikan kelestarian lingkungan dan melakukan pembakaran lahan," kata Direktur Eksekutif Walhi Jambi Musri Nauli, Senin (12/10/2015).
 
Menurut Walhi, kelima grup perusahaan yang diduga melanggar itu antara lain APP (Sinar Mas Group) dan sejumlah perusahaan lainnya. Musri mengatakan, Walhi beberapa kali melakukan pertemuan antaranya dengan pemerintah Singapura. Dari pertemuan itu diperoleh tanggapan positif bahwa konsumen di Singapura sudah menyatakan tidak akan membeli hasil produksi dari lima grup perusahaan itu. 
 
"Tak hanya Singapura, tapi kami juga melakukan hal sama ke negara lain sebagai penampung produk dari perusahaan tersebut," ujar Musri.
 
Adapun Taufiqurrahman, juru bicara PT Wirakarya Sakti (Sinar Mas Group), salah satu perusahaan perkebunan tanaman industri, mengatakan bahwa pihaknya melaksanakan usaha sudah sesuai dengan prosedur. PT Wirakarya Sakti menguasai lahan terluas di Provinsi Jambi, yaitu mencapai 390 ribu hektare.
 
Taufiqurrahman membantah jika dikatakan bahwa perusahaan melanggar prosedur pengolahan lahan. "Kami pun akan mempelajari di mana letak kesalahan yang di maksud," ujar dia.
 
R24/rul/tempo
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru