riau24 Soal Freeport, Pemerintah Dinilai Takut Tekanan Asing | Berita Riau
Senin, 18 Desember 2017

Soal Freeport, Pemerintah Dinilai Takut Tekanan Asing

0
Direktur Energy Watch Mamit Setiawan menilai, pemerintah terkesan takut asing karena mengindikasikan perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia. Foto: Ilustrasi/Istimewa
Berita Riau -  Soal Freeport, Pemerintah Dinilai Takut Tekanan Asing

Jakarta-Riau24.com-Direktur Energy Watch Mamit Setiawan menilai, pemerintah terkesan takut asing karena sejak dini mengindikasikan perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia. 

Bahkan, dia menilai pemerintah Indonesia tidak bisa lepas dari intervensi asing. Mengenai perpanjangan kontrak dengan Freeport, Indonesia seharusnya melakukannya seperti perpanjangan Blok Mahakam yang tempo hari sudah dilaksanakan dan saat ini diambil alih oleh PT Pertamina (Persero).

"Pemerintah kita tidak lepas dari intervensi Amerika Serikat. Karena kontrak tersebut dicetuskan waktu sekarang ini. Seharusnya, pemerintah melakukan seperti Blok Mahakam saja, diambil dulu 100%, nanti terserah pembagiannya akan seperti apa‎," kata Mamit, Rabu (14/10/2015).

Jika memang ingin diperpanjang, seharusnya pemerintah melihat terlebih dahulu kinerja Freeport hingga akhir kontrak. Pengamatan ini mencakup bagaimana Freeport melakukan ekspor, investasinya di Indonesia dan apa saja yang sudah dimanfaatkan dari Indonesia. 

"Jadi pemerintah harusnya menahan dulu sampai 2019, jangan takut ada intervensi asing baik Freeport ataupun Amerika Serikat, sehingga nanti kita punya posisi yg cukup kuat dalam lanjut tidaknya Freeport di Indonesia," tuturnya.

Dia menyarankan, jika kontrak tersebut diperpanjang dan ada kontrak baru, maka royalti dari Freeport ke Indonesia harusnya bisa lebih besar. Terlebih lagi jika Freeport ingin melakukan investasi besar.

"Angka royalti bisa diubah kalau mereka ingin membesarkan investasi di sini. Karena sekarang masalahnya di pembangunan smelter. Mereka dalam pembangunan smelter masih tidak jelas," kata dia.

Menurutnya, ketidakjelasan ini jangan sampai membuat publik menilai bahwa pemerintah dan Freeport ada niat terselubung dalam bisnis. Apalagi, Indonesia terkesan takut dengan asing. 

"Jadi maksud saya, ini sebenarnya ada apa? Apakah pemerintahan yang sekarang punya kepentingan terselubung sendiri terhadap Freeport atau enggak, karena mereka mengatakan dari awal akan diperpanjang. Terus kelihatan sekali bahwa intervensi Amerika sangat nyantol di kita. Ini yang harus diperhatikan jangan sampai pemerintah lemah dan mengambil keputusan yang merugikan Indonesia," pungkas Mamit.

R24/rno/sindo

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru