riau24 Membantu Perkara Suaminya, IRT Dipaksa Jaksa Melakukan Seks | Berita Riau
Minggu, 17 Desember 2017

Membantu Perkara Suaminya, IRT Dipaksa Jaksa Melakukan Seks

1
Ilustrasi
Berita Riau -  Membantu Perkara Suaminya, IRT Dipaksa Jaksa Melakukan Seks
 
Bekasi-Riau24.com-Seorang Ibu Rumah Tangga berinisial Yul (30) mengadu kepada pihak Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Patriot Bekasi atas pelecehan seksual yang dialaminya.
 
Yul mengadu guna melaporkan oknum Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Cibinong, Bogor, Jawa Barat ke Kejaksaan Agung berinisial YY karena dia dipaksa melakukan oral seks kepada pelaku.
 
"Tidak hanya itu, korban ini juga dipaksa melakukan hubungan intim, tapi Yul menolaknya," kata Manoar Tampubolon selaku kuasa hukum Yul, Rabu (14/10/2015).
 
Dijelaskan Manoar, kliennya mengalami tindak pelecehan seksual ini terjadi di dalam mobil pelaku. Saat itu, Yul terpaksa menuruti kemauan pelaku karena YY mau membantu perkara suaminya, Tdy yang dijerat kasus penggelapan.
 
Lantaran buta dengan hukum, Yul memohon kepada YY agar suaminya dituntut dengan hukuman ringan. Kesempatan itu rupanya digunakan YY melakukan perbuatan tercela.
 
"YY saat itu menelpon untuk mengajak Yul pergi ke Polsek di tempat suaminya ditahan. Namun di pertengahan jalan, YY meminta Yul untuk melakukan oral seks," katanya.
 
Dengan rayuan akan menuntut hukuman ringan kepada suami, akhirnya Yul menuruti kemauan pelaku.
 
"Jadi Ibu Yul terpaksa melakukan hal itu, karena memikirkan nasib suaminya," ujarnya.
 
Tidak hanya itu, lantaran belum merasa puas dengan yang didapatkannya dari Ibu Yul, kata dia, YY kembali meminta yang lebih dari itu. YY mengajak Yul ke sebuah hotel untuk melakukan hubungan intim. Yul menolak, dan keduanya memutuskan untuk pulang ke rumah.
 
Tidak hanya di situ, YY yang memiliki rasa suka terhadap Yul ini, malah mengirim foto alat kelaminnya. Hal itu dilakukan agar Yul terangsang dan mengirim balik foto alat kelamin Yul.
 
Tidak tahan dengan desakan YY, Yul akhirnya melaporkan oknum jaksa itu ke Kejagung. Terlebih, suaminya tetap dituntut satu setengah tahun hukuman penjara, tanpa ada pengurangan hukuman.
 
"Kami sudah laporkan hal ini ke Kejagung. Semua bukti juga kami serahkan, seperti foto kelamin yang dikirim YY dan pesan singkat YY," jelasnya.
 
Dia pun berharap, agar instansi terkait memberikan sanksi tegas kepada oknum JPU tersebut. Jangan sampai hukum disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
 
"Kami ingin dia diberikan sanksi tegas, sehingga menimbulkan efek jera," ucapnya.
 
Sementara itu Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Amir Yanto, mengatakan, kasus tersebut masih dalam pemeriksaan petugas. Adapun bagian Pengawasan juga telah memeriksa Jaksa YY.
 
R24/rul/okezone
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Jumat, 27 Oktober 2017 15:30 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/3kH5LyG.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru