riau24 Hakim Suruh Satpam Sembunyikan Amplop Duit dari Kaligis | Berita Riau
Senin, 18 Desember 2017

Hakim Suruh Satpam Sembunyikan Amplop Duit dari Kaligis

0
Terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi suap Majelis Hakim dan Panitera PTUN Medan Otto Cornelis Kaligis sambil membawa komputer tablet menjalani sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (28/9). (ANTARA FOT
Berita Riau -  Hakim Suruh Satpam Sembunyikan Amplop Duit dari Kaligis
Jakarta-Riau24.com-Saksi sekaligus satpam Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan, Silvester Malau, mengungkapkan diperintah oleh Hakim Dermawan Ginting untuk mengamankan barang bukti berupa sebuah buku pemberian pengacara sekaligus terdakwa dugaan suap Otto Cornelis Kaligis. Di dalam buku, terdapat amplp putih berisi uang dolar Amerika Serikat.

"Pada waktu kejadian (Operasi Tangkap Tangan KPK), ada keributan di bawah. Saya selaku keamanan mengecek ruangan. Saya berjumpa Hakim Dermawan Ginting mengatakan katanya 'Malau ini buku tolong simpan'," kata Malau saat bersaksi untuk OC Kaligis, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (16/10/2015).

Kejadian operasi berlangsung pada 9 Juli 2015 sekitar pukul 10.00 WIB. Sejurus kemudian, Malau menyimpan amplop tersebut di rumahnya. Keesokan harinya, Malau membuka amplop tersebut dan menemukan duit ribuan dolar AS. 

"Saya buka amplopnya, saya lihat ada uang dolar," ucapnya. Merujuk berkas dakwaan, Hakim Dermawan Ginting dan Hakim Amir Fauzi pernah menerima duit US$ 5.000 dari Kaligis yang diberikan melalui anak buahnya bernama M Yagari Bhastara alias Geri. Pemberian berlangsung pada tanggal 5 Juli 2015 di lahan parkir kantor PTUN Medan. Sementara Geri bertugas menemui kedua hakim, Kaligis dan anak buah lainnya bernama Indah menunggu di mobil. 

Pemberian duit tak hanya sekali. Sebelumnya, Hakim Ketua Tripeni Irianto Putro sempat menerima uang baik secara langsung dari Kaligis atau pun Geri. Total yang diterima yakni US$ 15.000. Pemberian berlangsung pada tanggal 5 Mei dan 9 Juli 2015.

Pada pemberian terakhir, rupanya KPK mengendus transaksi suap dan mencokok mereka dalam operasi tangkap tangan. Geri, Tripeni, Dermawan, Amir, dan seorang panitera yang diduga menerima uang, Syamsir Yusfan, segera diangkut ke Jakarta unutk menjalani pemeriksaan kala itu. Kelima orang ini ditetapkan sebagai tersangka. 

Dalam perkembangan penyidikan, nama Kaligis terseret sebagai pemberi suap. Atas tindak tersebut, Kaligis didakwa melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf a dan Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. 

R24/rno/cnn
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru