riau24 Israel-Palestina Memanas, DK PBB Akan Gelar Rapat Khusus | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Israel-Palestina Memanas, DK PBB Akan Gelar Rapat Khusus

1
DK PBB akan menggelar rapat khusus seputar kekerasan antara Israel dan warga Palestina dua pekan ini, yang sedikitnya telah menewaskan 39 orang. (Reuters/Ahmad Talat)
Berita Riau -  Israel-Palestina Memanas, DK PBB Akan Gelar Rapat Khusus
Jakarta-Riau24.com-Dewan Keamanan PBB akan menggelar rapat khusus seputar kekerasan antara Israel dan warga Palestina dua pekan ini, yang sedikitnya telah menewaskan 39 orang.

Menurut keterangan PBB pada Kamis (15/10/2015), rapat yang diprakarsai Yordania itu bakal digelar pada Jumat (16/10/2015) dan turut menyertakan arahan dari Sekretariat PBB.

Para diplomat yang hadir secara anonim pada pertemuan itu mengatakan belum merencanakan resolusi apapun, tetapi mungkin akan ada desakan agar dewan mengeluarkan pernyataan untuk menghentikan kekerasan kedua sisi.
"Segala pilihan ada di perundingan," ujar seorang diplomat, dilansir dari Reuters.

Sebanyak 32 warga Palestina dan tujuh warga Israel menjadi korban dalam pertumpahan darah selama dua pekan terakhir. Menurut kepolisian, di antara para korban dari pihak Palestina, terdapat 10 penyerang berpisau, anak-anak dan demonstran yang kena tembak dalam aksi protes berdarah.

Kerusuhan terburuk dalam sekian tahun itu dipicu oleh kegeraman warga Palestina atas semakin banyak pelanggaran yang dilakukan oleh umat Yahudi di komplesk Masjid al-Aqsa, Yerusalem. Bagi warga Yahudi, situs ini juga dianggap suci. 

Juru bicara PBB, Stephanie Dujarric mengatakan pada Selasa (13/10) lalu bahwa Sekretaris Jenderal Ban Ki-moon berpendapat "penggunaan senjata yang berlebihan oleh pasukan keamanan Israel mengundang masalah dan tinjauan serius, karena hanya memperuncing situasi dan menimbulkan lingkaran setan pertumpahan darah yang tidak perlu."

Amerika Serikat, sekutu lama dan pelindung Israel di DK PBB, selalu menolak keras pernyataan dewan yang mengutuk perbuatan Israel terhadap Palestina, meskipun bila dewan mengkritik keduanya.

Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, John Kirby mengatakan pekan ini, walau Israel punya hak melindungi dirinya sendiri, "kami sudah melihat beberapa laporan terkait penggunaan senjata berlebihan."

Anggota Baru DK PBB 

Sebelum menggelar rapat khusus, DK PBB mnentukan sejumlah negara sebagai anggota baru, yaitu Mesir, Jepang, Senegal, Ukraina, dan Uruguay. Sejumlah negara ini terpilih dalam pemungutan suara pada Sidang Umum, Kamis (15/10).

Kelima negara tersebut maju untuk kursi nonpermanen usai diajukan oleh grup regional masing-masing, tetapi mereka masih harus mengumpulkan dua pertiga suara lagi.

Tepuk tangan dan keriuhan pecah di balai sidang setelah Senegal diumumkan sebagai pemenang pertama dengan 187 pemilih. Posisi kedua ditempati oleh Uruguay dengan 185 suara, sementara Mesir menuai 179 dukungan, diikuti 177 suara untuk Ukraina, dari 193 negara yang ada.

Kelimanya akan mulai bertugas pada 1 Januari 2016 hingga dua tahun mendatang, menggantikan Chad, Chile, Yordania, Lithuania, dan Nigeria. Mereka bakal bergabung dengan lima anggota dewan nonpermanen lainnya, yakni Angola, Malaysia, Selandia Baru, Spanyol, serta Venezuela.

Pemilihan untuk Dewan Keamanan ini dilakukan saat diplomasi PBB terus dibayang-bayangi ketegangan dengan Rusia dan pertumpahan darah di Timur Tengah.

R24/rno/cnn
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Selasa, 12 Desember 2017 14:43 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA & ANJING ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/Ms1ZMuu.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru