riau24 "Kawasan Hutan Lindung Zamrud Hancur Dikarena Pemprov Riau Lalai" | Berita Riau
Kamis, 14 Desember 2017

"Kawasan Hutan Lindung Zamrud Hancur Dikarena Pemprov Riau Lalai"

0
Kawasan Hutan Lindung Zamrud yang Lokasi Pembalakkan Liar
Berita Riau -
Pekanbaru-Riau24.com-Kawasan hutan lindung Zamrud, berada di Kabupaten Siak ini hancur akibat pembalakkan liar. Kondisi seperrti ini terjadi disebabkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau lalai jaga aset daerah. 
 
Demikian ungkap Anggota DPRD Riau Sugianto kepada wartawan, Sabtu (17/10/2015). Dikatakanya, dikawasan sekitar Danau Zamrud itu sudah terjadi pembalakkan liar bukan saja disaat ini. Tetapi, telah berlangsung beberapa tahun lalu. Namun diabaikan perlindunganya.
 
"Jiklau saya, menilai hal kejadian ini dikarena Pemprov Riau melalu instansi terkait seperti Dishut dan BLH serta penegak hukum terlalu lalai. Dikarena, sebelumnya inikan sudah terjadi bukan disaat ini tapi beberapa tahun silam. Nyatanya, masih dibiarkan terjadi," ujarnya.
 
Politisi PKB dari Dapil Pelalawan - Siak ini menambahkan, ini justru menimbul curiga, ada pihak yang menunggangi kasus pembalakan tersebut. Karenanya selain harus ditangkap pelaku yang bermain di lapangan, juga ini harus diungkap juga peran aktor dibalik kejadian.
 
"Hendaknya, itu ada penelusuran siapa menampung hasil kayunya.
Karena, itukan berarti kayu curian di hutan alam ini, tentunya ini bisa jadi perusahaan-perusahaan yang berkaitan dengan HTI dan lainnya sebagai penampung. Maka saran
tangkap yang terlibat," katanya.
 
Sebagai salah satu hutan paru-paru dunia untuk di Indonesia ini. Tentu juga hutan lindung Zamrud adalah bagian aset nasional yang ada di Riau harusnya mendapat perlindungan khusus. Maka inilah dinilai Pemprov Riau itu telah lalai dan tidak mampu melindungi.
 
"Kalau ini memang tidak mampu, maka disarankan kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengambil alih langsung didalam penanganannya. Dikarena ini aksi perambahan hutan wilayah zona penyangga sudah luluh lantahkan akibat pembalakkan," katanya.
 
Untuk diketahui, kawasan suaka margasatwa ini sudah ditetapkan Menteri Kehutanan Perkebunan Nomor 668/Kpts-ll/1999 tanggal 26 Agustus 1999 dengan luas wilayah 28.237,95 hektar. Saat ini terjadi pembalakkan liar sehingga sangatlah merugikan negara.
 
R24/rul
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru