riau24 Menpora : Tolong, Suporter Jangan Terprovokasi! | Berita Riau
Rabu, 13 Desember 2017

Piala Presiden

Menpora : Tolong, Suporter Jangan Terprovokasi!

0
Menpora Imam Nahrawi
Berita Riau -  Menpora : Tolong, Suporter Jangan Terprovokasi!
Jakarta, Riau24.com - Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, berpesan agar suporter Persib Bandung dan Sriwijaya FC bisa menjaga kelakuan mereka selama final Piala Presiden. Sebab laga final ini bisa jadi momentum untuk perbaikan kualitas sepakbola Indonesia ke depannya.

Perhelatan final Piala Presiden di Stadion Gelora Bung Karno tak lepas dari ancaman potensi keributan antar suporter. Bukan antara suporter kedua tim finalis, tapi antara suporter Persib dengan pendukung Persija Jakarta yang memang sejak dahulu punya hubungan tak akur.

Segala cara, baik itu melalui imbauan atau apapun sudah dilakukan demi meredam potensi tersebut. Bahkan demi memberikan rasa aman bagi seluruh warga Jakarta saat pertandingan, pihak Polda Metro Jaya sudah menurunkan pasukan pengamanan dengan jumlah sangat besar.

Namun, apapun usaha dari pihak keamanan, panitia pertandingan, atau pihak manapun, yang tetap "pegang kendali" di lapangan adalah suporter. Maka dari itu suporter pun diminta untuk menjaga sikap dan jangan terpancing provokasi.

"Suksesnya Piala Presiden 2015 ini merupakan sukses bagi kita semua, namun jika berantakan pasti kambing hitamnya akan dialamatkan ke pemerintah. Jadi, semua kelompok suporter jangan terprovokasi," ujar Imam yang berencana hadir di laga final Piala Presiden bersama presiden RI Joko Widodo, Minggu (18/10) besok.

Lebih lanjut, Imam juga juga meminta laga final ini jadi mometum adanya perbaikan pengelolaan suporter sebagai bagian dari tata kelola sepakbola nasional. Agar ke depannya seluruh suporter di Indonesia bisa menonton pertandingan sepakbola dengan tenang, baik itu saat di kandang sendiri atau di markas tim lain.

"Perbaikan pengelolaan kompetisi sudah mulai terlihat pada ajang Piala Presiden 2015 seperti dalam hal transparansi pengelolaan keuangan dan pemenuhan hak-hak klub peserta. Perbaikan itu harus juga diikuti dengan perbaikan pengaturan suporter baik oleh klub masing-masing maupun oleh pengelola kompetisi," ujar politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

"Keberadan suporter tidak bisa dipisahkan dari masing-masing klub. Jadi, klub juga harus ikut memembu terciptanya ketertiban kedisplinan. Salah satu bentuk pengaturan yang jelas misalnya, di Eropa, klub akan harus bertanggung jawab dan bisa ikut kena sanksi atau denda jika suporternya membuat ulah atau mengganggu pertandingan. Sanksinya juga harus tegas dan konsisten diterapkan pengelola liga agar memberi efek jera baik bagi klub maupun suporter-nya," tuntasnya.

(R24/jri/detik) 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru