riau24 ICW Sebut Kejati Riau Urutan Ke-6 Tunggakan Kasus Terbanyak | Berita Riau
Kamis, 14 Desember 2017

ICW Sebut Kejati Riau Urutan Ke-6 Tunggakan Kasus Terbanyak

0
ICW Paparkan Kejati Menunggak Kasus
Berita Riau -  ICW Sebut Kejati Riau Urutan Ke-6 Tunggakan Kasus Terbanyak
 
Jakarta-Riau24.com-Selama hal
periode pertama tahun 2015, ini dari pihak Indonesian Corruption Watch (ICW) tegaskan, bahwasa lembaga Kejati Riau, berada pada urutan ke-6 tunggakannya kasus terbanyak di Indonesia, periode pertama tahun 2015.
 
Dalam rilis ICW ini mengeluarkan terkait 10 Kejati di Indonesia yang menunggak kasus tindak pidana korupsi terbesar selama periode semester pertama 2015. Didalam rilis ini dipaparkan lembaga Kejati penunggak kasus korupsi.
 
"Menunggak di sini, diartikan ada memiliki sejumlah kasus korupsi yang statusnya masih pada tahap penyidikan, namun belum naik ke penuntutan," ujar Wana Alamsyah peneliti Divisi Investigasi ICW.
 
ICW menyusun daftar penunggak kasus tersebut menurut tingkatan Kejati dan Kepolisian Daerah (Polda) dengan asumsi kasus korupsi yang ditangani oleh kejaksaan negeri dan cabang kejari atau polres yang berada di bawah koordinasi kedua koordinasi institusinya.
 
Kejaksaan Tinggi Provinsi Jawa Timur dikemukakannya masih menunggak 64 kasus tindak pidana korupsi dengan total kerugian negara mencapai Rp 269,1 miliar.
 
Selanjutnya, Kejati Sulawesi Selatan menempati urutan kedua sebagai institusi yang menjadi penunggak terbesar dengan jumlah kasus mencapai 56 dan kerugian negara mencapai Rp 97,1 miliar.
 
Kemudian Sumatera Utara dengan 51 kasus dan kerugian negara mencapai Rp 1,3 triliun. Pada urutan ke-4 jatuh pada Jawa Barat dengan jumlah 46 kasus dan kerugian negara Rp 325,5 miliar.
 
Pada urutan ke-5 Provinsi Aceh dengan jumlah 46 kasus dan total kerugian negara sebesar Rp 338,9 miliar, urutan ke-6 ialah Kejati Riau dengan 45 kasus dan kerugian negara lebih dari Rp 1,5 triliun.
 
Selanjutnya pada urutan ke-7 Kejati Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan tunggakan kasus mencapai 40 dengan kerugian negara sebesar Rp 609,2 miliar. Lalu di urutan ke delapan ialah Jambi dengan 39 kasus dan kerugian negara sekitar Rp 64,5 miliar.
 
"Posisi 9 di Kejati Maluku, ada 34 kasus dengan kerugian negara Rp 36,9 miliar. Terakhir di Jawa Tengah, 29 kasus dengan kerugian mencapai Rp 111,5 miliar," demikian Wana Alamsyah.
 
R24/rul/ant
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru