riau24 Peran Amerika Serikat dan Penggulingan Soekarno 1965-1967 | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Peran Amerika Serikat dan Penggulingan Soekarno 1965-1967

1
Ilustrasi penggulingan kekuasaan Soekarno (foto:Istimewa/Hasan
Berita Riau -  Peran Amerika Serikat dan Penggulingan Soekarno 1965-1967

Riau24.com-DISKUSI mengenai Gerakan September Tiga Puluh (Gestapu)* yang diikuti dengan pembunuhan massal terhadap anggota dan simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan berakhir dengan tumbangnya Soekarno dari kursi kepresidenan, tidak lengkap tanpa menyinggung peran Amerika Serikat (AS).

Demikian Cerita Pagi akan mengulas secara singkat, sejauh mana peran AS dalam peristiwa yang masih diselimuti kabut misteri hingga saat ini itu.

Jika ditarik mundur ke belakang, peristiwa penggulingan Soekarno dari kursi kekuasaan pada tahun 1965-1967 merupakan kelanjutan dari kejadian-kejadian yang terjadi sebelumnya. Hal ini berarti bahwa, peristiwa 1965-1967 tidak bisa dilihat secara terpisah apalagi berdiri sendiri.

Sebelum masuk kepada inti pembahasan, ada baiknya melihat sejarah masuknya hegemoni AS di Indonesia. Untuk mengungkap sejarah hegemoni AS, ada baiknya dikemukakan sedikit tulisan peneliti University of Maryland Bradley R Simpson.

Dalam penelitiannya itu, pengajar dan peneliti dari University of Maryland ini mengatakan, hegemoni AS di Indonesia dimulai tahun 1950-1964, sejak dikucurkannya dana segar bagi Indonesia yang jumlahnya mencapai USD20 juta.

Bantuan itu dikucurkan oleh dua lembaga kemanusiaan Ford Foundation dan Rockefeller Foundation untuk membiayai berbagai riset ilmu di bidang pendidikan, kesehatan, pertanian, dan bantuan teknis yang diselenggarakan di AS dan Indonesia.

Kedua lembaga ini juga mendanai berbagai kegiatan lainnya, seperti pertukaran pendidikan bagi para teknisi, ahli ekonomi, guru, ahli agraria, personel militer dan insinyur dalam pembangunan jangka panjang Indonesia.

Duta Besar AS untuk Indonesia tahun 1958-1965 Howard Jones menyebut bantuan pendidikan dan penelitian untuk Indonesia itu sebagai, "Perjuangan jangka panjang untuk otak Indonesia."

Selain kedua lembaga yang telah disebutkan, kucuran dana segar juga datang dari Komisi Penasehat Riset Ilmu Sosial tentang Perbandingan Politik (Social Science Research Councils Committee on Comparative Politics) AS. Melalui lembaga ini, AS mendanai berbagai kajian politik dan ekonomi tentang Indonesia.

Beberapa tahun setelah program bantuan itu dijalankan, rencana AS untuk mendorong terjadinya krisis di berbagai daerah membuahkan hasil. Pada 1957-1958, terjadi pemberontakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) dan Piagam Perjuangan Rakyat Semesta (PERMESTA).

Pemberontakan itu dilakukan oleh partai-partai sayap kanan yang mendapat dukungan dan bantuan dana dari AS, seperti Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) dan Partai Sosialis Indonesia (PSI).

Berbagai bantuan itu terungkap dalam dokumen rahasia Dewan Keamanan Nasional (National Security Council atau NSC) AS yang telah dibuka. Dalam dokumen itu disebutkan, Masyumi dan PSI telah mendapatkan bantuan jutaan dolar dari AS dan CIA.

Selain mendapat kucuran dana, para pemberontak juga mendapatkan bantuan senjata dan personel tambahan dari CIA. Operasi tertutup AS ini terbongkar setelah pesawat Amerika ditembak jatuh dan pilotnya J Popper tertangkap.

Belakangan diketahui bahwa J Popper merupakan agen CIA yang ditugaskan untuk membunuh Soekarno. Rencana pembunuhan Soekarno oleh agen CIA ini diungkap pada tahun 1957 oleh sebuah Komisi Pilihan Senat AS.

Mantan Diplomat Kanada Peter Dale Scott mengatakan, hubungan AS dengan sejumlah politikus sayap kanan dan perwira AD sejak PRRI/PERMESTA terus terjalin hingga tahun 1965-1967. Bahkan, makin bertambah kuat. Sejak peristiwa itu, AS mengucurkan dananya USD20 juta setahun untuk AD dan membina kelompok sipil dalam melawan PKI.

Rahasia ini terungkap dalam nota Kepala Staf Gabungan AS tahun 1958. Nota itu mengatakan, bantuan itu diberikan kepada AD sebagai dorongan kepada salah seorang perwira AD yakni Nasution untuk mengendalikan PKI/komunisme di Indonesia.

Nasution merupakan tentara yang sangat dikenal oleh AS, karena jasanya dalam menumpas PKI, di Madiun tahun 1948. Dalam peristiwa Madiun, ratusan anggota dan simpatisan PKI ditangkap dan dibunuh secara keji.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelum terjadinya pemberontakan PRRI/PERMESTA, sejak terjadinya peristiwa itu AS dan CIA makin agresif. Mereka tidak segan tampil secara terbuka dan terang-terangan, baik melalui sejumlah jurnal ilmiah dan pers, menyerukan kepada AD dan kelompok sipil untuk segera mengambil kekuasaan dari tangan Soekarno dan menghabisi PKI.

Hal ini tampak dari tulisan peneliti dan akademisi Universitas California-Barkeley Guy Pauker pada tahun 1958. Dalam bukunya Rand Corp, Pauker mendesak AD untuk, "melaksanaan suatu misi", "menyerang", dan "menyapu bersih rumahnya". Kata-kata itu sering digunakan militer kepada para mahasiswa Islam, pada awal Oktober 1965, agar melakukan pembunuhan.

Selain Nasution, salah seorang perwira AD yang menyambut seruan Pauker adalah Jenderal Soewarto. Dengan bantuan langsung Pentagon, CIA, Rand Corporation dan Yayasan Ford, Soewarto mendirikan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (SESKOAD).

Dalam sebuah dokumen, Pauker mengatakan, bahwa SESKOAD telah mengembangkan doktrin perang teritorial yang sesuai dengan program civic mission, civic action, dan organisasi teritorial.

Atas usulan Pauker itulah, pada tahun 1962, Departemen Luar Negeri AS menempatkan Kelompok Penasehat Latihan Militer AS (Military Training Assistancy Group atau MILTAG) di Jakarta, khusus untuk membantu penerapan "civic mission" atau "civic action" atau "organisasi teritorial" yang mendukung doktrin perang teritorial AD.

Selain doktrin perang teritorial, SESKOAD juga membekali tentara dengan ilmu ekonomi dan administrasi pemerintahan, sebagai persiapan untuk menyelenggarakan pemerintahan atau negara yang terlepas dari pemerintahan sipil Soekarno.

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Jumat, 27 Oktober 2017 15:31 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/3kH5LyG.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru