riau24 Kadiskanlut Riau : Tanda Mereka Bekerja Tahu Kondisi Zona Laut Rohil | Berita Riau
Minggu, 17 Desember 2017

Kadiskanlut Riau : Tanda Mereka Bekerja Tahu Kondisi Zona Laut Rohil

0
Ilustrasi Nelayan
Berita Riau -  Kadiskanlut Riau : Tanda Mereka Bekerja Tahu Kondisi Zona Laut Rohil

Rohil-Riau24.com-Kadis Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau ,IrTien Mastina,Msi menilai Kelompok nelayan HNSI dan Pokwasmas, untuk lebih mengetahui kondisi laut rohil itu menandakan mereka bekerja dilapangan.  

Sejak diberlakukannya Perizinan kapal 5 GT keatas Menurut Tien berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 tahun 2014 tentang Kelautan,membuat repot seluruh provinsi di Indonesia,bisa-bisa karena kesibukan pihak provinsi,menumpuk 50 pengajuan perizinan perikanan.

Untuk mempermudah nelayan, Tien mengakui adanya wacana untuk menempatkan perwakilan di Kabupaten/Kota, Provinsi Riau disamping masih menunggu akhir tahun ini,pemerintah pusat akan mengodok organisasi yang dibutuhkan daerah,sedangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sendiri sudah mulai mengodok,apa yang menjadi kewenangan Kabupaten/Kota saat ini " Ungkapnya. 

Kalau nelayan keluhan masalah tiang bubu untuk penangkapan ikan Ia menyarankan agar tiang bubu tersebut diadakan pengeseran dan pengaturan dilokasi yang lebih baik, Bahkan saat ini, Rencana zona pulau-pulau kecil, pengaturan pengelolaan perikanan, kabel dibawah laut, pariwisata, tiang bubu, kerang darat sudah mulai disusun. 

Lagi-lagi Dinas Perikanan dan Kelautan Rohil kurang tanggap terkiat hal ini, dimana saat ini baru Kabupaten Bengkalis, Indragiri HIlir dan Kota Dumai yang membuat, padahal bisa dijadikan dasar untuk melakukan tindakan yang permanen dalam penegakan hukum. Hal akan menjadi suatu PR buat dinas perikanan dan kelautan Rohil kedepanan, Selasa (20/10/2015) Dihotel Kesuma Jalan Riau Bagansiapiapi. 

Sementara Itu Dinas perhubungan dan Informatika Marzuki menerangkan permasalahan perikanan terkait dengan nelayan perlunya disosialisasi kembali kepada nelayan agar mereka paham dan sadar untuk pengurusan Izin -izin nelayan. Selain itu Marzuki membeberkan Bagai mana tindak lanjut proses Hukum terhadap 2 unit kapal nelayan Thailand GT 20 sekarang ini kapal tersebut terikat dipenuhi lumpur tanyanya kepada pihak penegak Hukum, sedangkan turap pelabuhan mulai menurun, "beber Marzuki. 

Sedangkan Kadiskanlut Rohil, M Amin Mengungkapkan Banyaknya bantuanan perikanan untuk nelayan tidak tepat sasaran,mereka hanya menerima bermodalkan kepada rekomindasi kepenghuluan, "sebut Amin. 

"HNSI Kecamatan Kubu Kita mengingat kembali Historis laut Rohil pada waktu silam seperti ditahun 60 Rohil terkenal penghasilan ikan nomor 2 Dunia, Setelah negara Norwegia, lalu kemana saja ikan tersebut sehingga hidup nelayan Rohil terjadi kesenjangan berkelanjutan, salah satu penyebabkan cara penangkapan ikan dari ikan kecil sampai ikan besar sehingga ikan punah nelayan lokal merasa kehilangan penghasilan, "kata Hasan. 

Hasan menanyakan kepada Kadiskanlut Rohil M Amin, "Tadi katanya ada bantuan perikanan untuk nelayan malahan tidak sasaran, malahan bukan nelayan yang menerima hal tersebut adanya ketidak beresan bantuan yang disalurkan dinas kelautan dan perikanan selama ini, "cetus Hasan. 

Hadir pada acara forum koordinasi tindak pidana perikanan tersebut Dinas/badan serta muspida Kabupaten Rokan Hilir. 

R24/awa/yan

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru