riau24 Tak Sebut PKK Teroris, Pengacara Kurdi Akan Disidang | Berita Riau
Senin, 11 Desember 2017

Tak Sebut PKK Teroris, Pengacara Kurdi Akan Disidang

0
Tahir Elci menyebut bahwa PKK merupakan gerakan politik bersenjata. (Reuters/Kadir Baris)
Berita Riau -  Tak Sebut PKK Teroris, Pengacara Kurdi Akan Disidang
Jakarta-Riau24.com-Seorang pengacara top Kurdi mengahadapi persidangan karena tidak menyebut Partai Pekerja Kurdistan (PKK) sebagai kelompok teroris.

Polisi menahan Tahir Elci, yang mengepalai asosiasi pengacara di Provinsi Diyarbakir yang didominasi oleh kaum Kurdi, dengan mendatangi kantornya pada subuh Selasa (20/10/2015).

Pengadilan di Istanbul kemudian memerintahkan pembebasannya dan menunda persidangan, dengan syarat dia tidak meninggalkan negara itu dan dia harus melapor kepada pihak berwenang secara rutin, menurut pengacaranya Mehmet Emin Aktar.

Tanggal persidangannya belum ditentukan. Pertempuran antara pihak keamanan Turki dan militan PKK terus berlanjut, pasca dilanggarnya perjanjian gencatan senjata pada 2012. Ratusan orang telah tewas menjadi korban dan tensi tetap tinggi di wilayah yang didominasi oleh Kurdi, menjelang pemilu dadakan pada 1 November mendatang.

Komentar Elci soal PKK di televisi CNN Turk pekan lalu, membuat marah jaksa penuntut yang ingin ia tetap ditahan hingga persidangannya dimulai.

“Meski beberapa anggota PKK punya karakter teroris, PKK adalah gerakan politik bersenjata,” kata Elci ketika itu. “Ini adalah gerakan politik dengan tuntutan politik dan dengan dukungan yang sangat kuat dari masyarakat.”

Polisi menahannya sebelum fajar hari Selasa di Diyarbakir. Pendukungnya, termasuk pengacara dan politisi lokal, berkumpul di kantornya dan menyerukan “tekanan tak akan mengintimidasi kami.”

Elci kemudian terbang ke Istanbul untuk hadir dalam persidangan.

PKK, yang dicap teroris oleh pemerintah Turki, Amerika Serikat, dan Uni Eropa, telah memberontak sejak 1984, menuntut otonomi yang lebih besar di wilayah yang didominasi Kurdi di tenggara Turki.

Konflik dengan PKK telah menewaskan sekitar 40 ribu orang.

Turki memulai proses perdamaian dengan PKK sejak 2012 dengan Abdullah Ocalan, pemimpin kelompok itu yang kini dipenjara. Namun gencatan senjata dilanggar sejak Juli lalu.

PKK mendeklarasikan gencatan senjata sepihak pada 10 Oktober lalu namun pertempuran terus berlanjut. 

Kritik terhadap kebebasan berekspresi di Turki dikritik di dalam dan luar negeri, dan pihak oposisi Turki menyebut Presiden Tayyip Erdogan semakin menunjukkan sikap otoriter. 

R24/rno/cnn
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru