riau24 Operator Masih Pelajari Project Loon Milik Google | Berita Riau
Rabu, 13 Desember 2017

Operator Masih Pelajari Project Loon Milik Google

0
Google Project Loon (Foto: YouTube)
Berita Riau -  Operator Masih Pelajari Project Loon Milik Google

JAKARTA, Riau24.com - Pemerataan internet untuk wilayah terpencil terus dikerjakan oleh pemerintah. Presiden RI Joko Widodo dijadwalkan berkunjung ke Amerika Serika (AS) pada 25-28 Oktober 2015 untuk memenuhi undangan Presiden Barack Obama.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden Jokowi juga akan membahas beberapa hal terkait kerjasama dalam bidang teknologi informasi, termasuk pertemuan dengan bos Apple dan Google. Untuk menunjang akses internet di wilayah terpencil di Tanah Air, Jokowi disebut-sebut bakal datang ke kantor pusat Google untuk memanfaatkan Project Loon.

Seperti diberitakan sebelumnya, tim pengembang di Google merealisasikan proyek perangkat balon (Project Loon) yang dapat mengirimkan sinyal ke tanah. Sinyal tersebut menyediakan jangkauan internet bahkan di lokasi pedesaan.

Penyedia internet lokal dapat memanfaatkan koneksi Google itu untuk menurunkan biaya operasional. Dengan demikian, diharapkan penyedia internet lokal dapat memberikan layanan internet yang lebih murah kepada penduduk lokal.

Atas hal tersebut, Dian Siswarini CEO PT XL Axiata (XL), menyambut baik bila memang terdapat teknologi alternatif yang dapat memberikan efisiensi untuk menyokong akses internet di wilayah terpencil.

Project Loon dianggap sebagai teknologi alternatif yang menawarkan keunggulan, dengan menembakan sinyal WiFi dari ketinggian tertentu. Sehingga, masyarakat yang belum mendapatkan akses internet melalui jalur darat (kabel), nantinya dapat menggunakan internet.

"Kalau kita pakai terestrial network mahal. Perlu investasi yang besar," kata Dian di Jakarta, Selasa (20/10/2015). Ia melanjutkan, teknologi Project Loon bisa sebagai teknologi alternatif untuk menjangkau wilayah yang belum terjangkau internet, namun tetap perlu diperhatikan dari sisi ekonomi atau bisnis modelnya.

"Kita belum tahu detailnya, bisnis modelnya. Kita perlu tahu bisnis modelnya dulu," pungkasnya.

(R24/fjr/detik)

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru