riau24 Upah Buruh Migas di Siak Dibawah Standar, maka SBCI Riau Kecam BOB | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Upah Buruh Migas di Siak Dibawah Standar, maka SBCI Riau Kecam BOB

1
Logo SBCI
Berita Riau -  Upah Buruh Migas di Siak Dibawah Standar, maka SBCI Riau Kecam BOB
Pekanbaru-Riau24.com-Pemprov Riau telah ada menetapkan upah minimum sektor minyak dan gas (migas) tahun 2015, di angka Rp 2.465.000. Namun, demikian dari kondisi dilapangan yang ada saat ini masih ditemukan pembayaran upah tidak sesuai ketentuan.
 
Seperti halnya sub kontraktor di Badan Usaha Milik Daerah yang berada di Kabupaten Siak. Yaitu di BOB yang mana sub kontraktor perusahaan migas itu membayar gaji karyawannya di bawah angka UMSP 2015 tersebut. Bahkan ini, sudah berlangsung dua tahunan.
 
Kondisi ini menuai protes Dewan Pimpinan Daerah (DPP) Serikat Buruh Cahaya Indonesia (SBCI) Provinsi Riau, Adermi BA, ketika dikonfirmasi. "Tentunya ini sangat menyayangkan keadaan tersebut. BOB, tidak mehargai ketatapanya dari UMSP tersebut," terangnya.
 
Harusnya sebut Adermi, sebagai BUMD yang memberi kerjaannya pada sub kontraktor tersebut, itu harus peka dengan pemasalahan tersebut. Bukannya ini melindungi perusahaan-perusahaan yang jadi sub kontraktor tersebut. Makanya hal ini dinilai tindakan tidak wajar.
 
Padahal sebut Adermi, angka Rp 2.465.000 itu hanya berlaku untuk karyawan baru, yaitu bagi pekerja di bawah 1 tahun. Jikalau pekerja yang di atas 1 tahun, harusnya di atasnya lagi. Bahkan anehnya itu, masih ada pekerja sudah puluhan tahun, tapi tetap dibayar UMSP.
 
Kalau seperti ini sambung Adermi tentunya ini, pihaknya manajmen perusahaan tidak menghargai SK UMSP yang ditandatangi itu pihak Plt Gubernur Riau, pada Februari 2015, dan itu berlaku per Januari 2015. "BOB itukan BUMD, harus taati ketetapan UMSP," ujarnya.
 
R24/rul
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Bambanghw
Rabu, 21 Oktober 2015 22:38 wib
ya itulah kondisi aktual negara bikin ketentuan tapi tak berlaku utk negara. honorer, buruh harian bumn yg gali kabel, dan banyak lagi. upah mungkin harus disesuaikan dengam omzet, pendapatan atau laba suatu usaha.
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru