riau24 Putar Dana Rp204 T, BPJS Ketenagakerjaan Incar Untung Rp18 T | Berita Riau
Senin, 11 Desember 2017

Putar Dana Rp204 T, BPJS Ketenagakerjaan Incar Untung Rp18 T

0
Menaker Hanif Dhakiri (kiri), Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Elvyn G Masassya (kanan) dan Gubernur Sumsel Alex Noerdin (tengah) berfoto bersama saat menghadiri acara Sosialisasi Era Baru Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Indonesia di Palembang, Sumsel.
Berita Riau -  Putar Dana Rp204 T, BPJS Ketenagakerjaan Incar Untung Rp18 T
Jakarta-Riau24.com-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mengincar keuntungan Rp18 triliun atau 9 persen dari total dana Rp 204 trilliun yang diinvestasikannya pada tahun ini.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Elvyn G. Masassya mengaku pihaknya masih aktif melakukan investasi di berbagai portofolio guna mencapai target tersebut. Ia mengaku, dalam sembilan bulan pertama tahun ini pihaknya telah meraup Rp11,3 triliun dari total investasi Rp194 triliun. 

"Sampai akhir tahun nanti dana investasi kami mencapai Rp 204 triliun dan hasil investasi kami bisa Rp18 triliun,” jelasnya di Jakarta, Rabu (21/10/2015).

Untuk memperoleh untung di pasar saham, Elvyn mengatakan ada kriteria saham khusus untuk dijadikan instrumen investasi. Pasalnya, pasar saham Indonesia sempat mengalami turbulensi yang hebat pada tahun ini. 

“Ada kriterianya, saham yang kapitalisasi besar, saham yang tidak terlalu sensitif nilai tukar mata uang dan tingkat bunga. Kemudian saham yang orientasinya terhadap domestik,” jelasnya.

Ia menjelaskan, pihaknya telah memiliki alokasi tersendiri bagi tiap portofolio investasi. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2013, BPJS Ketenagakerjaan hanya menempatkan investasi ke deposito, saham, reksa dana, surat utang, penyertaan, dan properti.

“Kita punya alokasi (saham) itu sekitar 18-22 persen, ini bergerak sampai berbagai keadaan, kalau sudah cukup gain-nya, ya cukup,” jelasnya

Menilik Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2015, BPJS Ketenagakerjaan menargetkan total dana investasi Rp233 triliun. Dana tersebut dialokasikan untuk investasi di deposito sebesar 27,75 persen, saham 20,27 persen, reksa dana 7,88 persen, obligasi 41,33 persen, dan terakhir untuk penyertaan dan properti 2,78 persen.

Bisnis Properti

Terkait investasi properti, BPJS Ketenagakerjaan bersama dengan Syailendra Housing Communities baru saja menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MOU) untuk bekerja sama membangun kota terpadu bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Syailendra Housing Communities Asia merupakan kemitraan antara Orascom Housing Communities yang berbasis di Mesir dan Syailendra Asia, private equity di bawah naungan Syailendra Group.  Proyek tersebut digadang-gadang menelan biaya sekitar US$ 200 - 250 juta untuk hunian bertingkat rendah yang dapat menampung hingga 30.000 keluarga.

Dalam hal ini, BPJS Ketenagakerjaan berkontribusi dalam penyediaan tanah seluas 187 hektare di kawasan Jonggol, Jawa Barat. Elvyn mengatakan, secara porsi, kontribusi BPJS pada proyek ini sebesar 49 persen dan sisanya Orascom.

Jos Parengkuan, Presiden Direktur Syailendra Capital yang mewakili Syailendra Group mengatakan dalam kerja sama ini, Syailendra Capital berencana mengelola partisipasi investor lokal melalui reksa dana penyertaan terbatas (RDPT).

"Ini akan menjadi RDPT pertama di Indonesia yang melakukan investasi di proyek perumahan dalam skala sebesar ini," katanya.

Elvyn memastikan para pembeli rumah murah tersebut akan berasal dari kalangan yang sesuai persyaratan. Itu dilihat dari jumlah pendapatan dan keikutsertaan di dalam program BPJS.

"Akan ada holding period, yang kemungkinan selama 5-10 tahun. Pembeli rumah harus merupakan peserta BPJS minimal setahun dan penghasilan maksimal Rp 7,5 juta per bulan," ujarnya. 

R24/rno/cnn
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru