riau24 Polres Ciduk Satu Orang Tersangka Persetubuhan dan Pencabulan Terhadap Anak Bawah Umur | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Kapolres Gelar Konfrensi Pers

Polres Ciduk Satu Orang Tersangka Persetubuhan dan Pencabulan Terhadap Anak Bawah Umur

0
Kapolres Meranti saat melakukan konfrensi pers di Mapolres Meranti dengan menjelaskan kasus 2 tersangka pencabulan dan perbuatan persetubuhan anak dibawah umur.
Berita Riau -  Polres Ciduk Satu Orang Tersangka Persetubuhan dan Pencabulan Terhadap Anak Bawah Umur

Meranti-Riau24.com- Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Zahwani Pandra Arsyad, SH MSi menggelar konfrensi pers terkait kasus persetubuhan dan pencabulan terhadap anak bawah umur yang terjadi baru-baru ini di Kota Sagu. Dalam kasus ini Polres Meranti berhasil tangkap dua orang tersangka dengan kasus yang berbeda. 

Mirisnya lagi, kasus tersebut terjadi dengan hari dan tanggal yang sama yaitu kurun waktu lebih kurang 48 jam saja. Dimana kejadian terjadi pada tanggal 21 Oktober 2015.

Hal ini disampaikan Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Zahwani Pandra Arsyad, SH MSi saat konfrensi pers bersama media di Meranti, Kamis (22/10/2015) pagi menjelaskan, kronologis kejadian yang terjadi terhadap tersangka pertama atas nama Robi alias Rubi bin Ahmad (53) telah melakukan persetubuhan terhadap korban wanita masih di bawah umur berinisial L (14) warga Desa Sesap Kecamatan Tebingtinggi.

Kejadian ini dilakukan tersangka sudah dari korban kelas 6 SD sampai sekarang hingga korban sampai duduk di kelas 3 SMP. Dimana tersangka melakukan perbuatan bejatnya secara berulang-ulang kepada korban di kebun milik tersangka yang tidak jauh dari rumah korban. Hal ini diketahui saat korban merasa sakit pada bagian perutnya dan dilakukan pemeriksaan oleh pihak keluarga, alangkah terkejutnya ternyata korban sudah hamil 4 bulan. Lalu korban berbicara jujur kepada keluarga bahwa dirinya telah dinodai oleh tersangka selama 3 tahun yang lalu, beber Kapolres.

Tanpa lengah pihak keluarga langsung melaporkan hal ini ke pihak Polres Meranti dan langsung kita lakukan penangkapan terhadap tersangka tanpa perlawanan.

Mengejutkan lagi, ternyata tersangka ini merupakan kenalan dekat dengan korban dan keluarga korban, sehingga modus tersangka mengancam korban jika tidak mau melayani hasrat bejat peria tua itu maka dia mengancam akan menghabisi semua keluarga korban.

Dilanjutkan mantan Bang one Jakarta itu, yang kedua kasus pencabulan yang dilakukan tersangka berinisial S (23) alamat di Desa Maini telah melakukan pencabulan terhadap korban berinisial L (20). Kejadian tersebut dilakukan tersangka di rumah korban dengan situasi saat itu rumah korban lagi kosong.

Dimana saat tersangka menghampiri korban untuk numpang minum tiba-riba terlintas pemikiran buruk di benak tersangka untuk malakukan hal tak senonoh kepada korban. Tanpa lengah usai korban mandi dan ingin ganti pakaian tersangka langsung masuk ke kamar korban melalui jendela kamar dan langsung memegang kemaluan korban. 

Namun korban langsung berteriak meminta pertolongan dan mengundang perhatian masyarakat setempat. Lalu masyarakat didampingi Sekdes melaporkan hal ini ke polisi dan langsung kita lakukan juga penangkapan terhadap tersangka pada hari itu juga.

Atas kejadian ini, kedua korban terjerat pasal 81 ayat 2 dan Pasal 82 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang kasus perlindungan anak dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun dan denda sebesar Rp. 5 milyar.

R24/awa/ndi

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru