riau24 Diancam Ditutup Kepala BPMP2T, Alfamart Baru Ajukan Izin | Berita Riau
Rabu, 13 Desember 2017

Diancam Ditutup Kepala BPMP2T, Alfamart Baru Ajukan Izin

1
Logo Alfamart
Berita Riau -  Diancam Ditutup Kepala BPMP2T, Alfamart Baru Ajukan Izin

Pelalawan-Riau24.com-Baru-baru ini minimarket Alfamart samping rumah makan Kota Buana dijalan Lintas Timur Pangkalan Kerinci main buka saja usahanya tanpa urus izin usahanya terlebih dahulu Pada Pemkab Pelalawan. Akibatnya membuat Kepala Badan Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) Pelalawan H Devidson MH geram dan naik pitam hingga suruh Satpol PP Pemkab Pelalawan minimarket Alfamart tak punya izin usaha tersebut.

Dengan digertak habis-habisan oleh Kepala BPMP2T Pelalawan itu barulah minimarket Alfamart yang berada di samping Rumah Makan Kota Buana Pangkalan Kerinci baru mengajukan pengurusan surat permohonan izin usahanya itu pada pihak BPMP2T Pelalawan baru-baru ini. Sebelum ini pihak alfamart hanya santai dan cuek saja membuka dan mengoperasikan usahanya tanpa izin sejak sebulan terakhir ini.

Ketika hal itu dikonfirmasikan Riau24.com kepada Kepala BPMP2T Pelalawan H Devidson membenarkan dirinya telah perintahlan para petugas Satpol PP Pemkab Pelalawan agar menutup kegiatan usaha semua minimarket tak punya izin yang ada di Pelalawan termasuk supaya menutup dengan paksa usaha minimarket Alfamart disamping rumah makan Kota Buana Pangkalan Kerinci kemarin itu. Kita tidak bisa biarkan meraja lela beroperasinya para minimarket tanpa mengurus izin usahanya dulu pada Pemkab Pelalawan.

"Padahal kalau mereka urus izin usahanya tidak akan kita persulit justru permudah karena kita tak mungkin menghalangi orang berinvestasi buka usahanya di Pelalawan ini. Hanya saja sebelum mereka buka usahanya harus urus izin dulu pada Pemkab Pelalawan dan setelah kita berikan mereka izin baru buka usahanya," tegas Mantan Kabag Hukum Pemkab Pelalawan itu. Sekarang setelah kita suruh tutup pada Satpol PP itu. Sebut Devidson baru pihak alfamart mengajukan izin usahanya maka tentu akan kita proses penerbitan izinnya.

"Jadi kita belum jadi menutup minimarket alfamart disamping rumah makan kota buana tersebut karena mereka sudah masukan surat permohonan perizinannya ke kita untuk diproses izin usahanya. Sekarang ada satu minirmarket di Pangkalan Kerinci yang tidak ada izin usahanya yaitu dijalan Sultan Syarif Kasim Pangkalan Kerinci.

Sedangkan minimarket Alfamart disamping rumah makan kota buana memang belum ada izinnya tapi mereka sudah ajukan permohonan izin usahannya pada kita pasca kita suruh tutup pada Satpol PP tersebut," terangnya.

Sebenarnya diungkapkan Kepala BPMP2T, kalau ada minimarket atau usaha lainnya di Pelalawan yang tidak mengantongi izin, Satpol PP punya hak untuk menyetop kegiatan usaha tersebut. Jadi tidak mutlak untuk menghentikan kegiatan usaha tak berizin ditemukan petugas Satpol PP dilapangan harus ada perintah dari kami terlebih dahulu dan mereka bisa eksekusi tutup langsung dilapangan.

"Sebaiknya memang disurati sampai tiga kali terlebih dulu pemilik usaha tak brizin itu agar urus izin usahanya. Jika telah disurati tidak juga mereka urus izin maka Satpol PP bisa langsung tindak tegas menutup kegiatan usaha tak berizin itu dilapangan," tandasnya.

Baru-baru ini anggota Dewan Pelalawan dari Komis I DPRD Pelalawan Baharudin SH kepada media meminta konsistensi pihak (BPMP2T) Pelalawan dan Satpol PP Pemkab Pelalawan bukan dengan saling lempar tanggung jawab terhadap penutupan minimarket alfamart di Pangkalan Kerinci tak berizin itu.

"Saya mebnjadi heran akan  kondisi yang terjadi dari sikap BPMP2T yang saya baca dimedia telah menginformasikan tentang Alfamart yang disamping rumah makan kota buana dijalan Lintas Timur itu   tak punya izin pada pihak Satpol PP sebagai penegak Perda. Lalu Satpol PP surati 3 kali meminta pihak minimarket Alfamart agar menutup usahanya hingga semua izin usaha kelar namun tidak digubris pihak minimarkert itu.

"Ya kalau mereka tak mau urus izin, maka sudah saatnya Alfamart itu harus disegel dan ditutup paksa usahanya itu," tegas Baharudin, SH anggota Komisi 1 yang juga Ketua Fraksi Golkar DPRD Pelalawan. Dengan pernyataan anggota Komisi I DPRD Pelalawan itu dimedia masa maka Kepala BPMP2T Pelalawan langsung perintahkan Satpol PP untuk menutup minimarket Alfamart tak berizin itu.

Tapi belum petugas Satpol PP mengeksekusi penutupan usahanya, pihak minta waktu 2-3 hari koordinasikan pengurusan izin usahanya dengan pihak manajemennya yang ada di Pekanbaru. Alhasil, pihak alfamart Pangkalan Kerinci beberapa hari ini sudah ajukan permohonan izin usahanya itu ke BPMP2T Pelalawan yang diakui Kepala BPMP2T Pelalawan tadi siang.

R24/awa/shi

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Stina
Minggu, 25 Oktober 2015 20:19 wib
Jadi alfamart ini apakah sudah resmi tidak di segel? Bagai mana nasib karyawan jika srat izin tdak d kuarkan
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru