riau24 Kisah Pengguna Narkotika, Awalnya Pemakai Sehat di LIDO | Berita Riau
Kamis, 14 Desember 2017

Kisah Pengguna Narkotika, Awalnya Pemakai Sehat di LIDO

0
Kepala BNNK Kuansing Wim Jefrizal, SH Bersama Tiara
Berita Riau -  Kisah Pengguna Narkotika, Awalnya Pemakai Sehat di LIDO

Kuansing-Riau24.com-Kehidupan memang keras, inilah tantangan bagi generasi muda di masa sekarang dan masa akan datang. Bagi yang tidak mampu menyiasatinya, sudah barang tentu akan terjerumus kedalamnya. Sebab berbagai godaan akan datang silih berganti, baik godaan dengan kecanggihan elektronika (internet) dan godaan kehidupan yang serba glamour maupun godaan untuk menjadi pemakai narkotika.

Meskipun awalnya hanya coba-coba yang diajak oleh rekan-rekan sepermainan, akan tetapi lama kelamaan menjadi pemakai dan bahkan tak bisa tidak jika tidak memperoleh narkoba itu sendiri.

"Dulu awalnya hanya coba-coba, sewaktu itu sehabis tamat SMA bersama teman-teman dan lama-kelamaan rupanya menjadi ketagihan," Ungkap Tiara (22) yang namanya samaran warga singingi ketika dihubungi di Kantor BNNK Kuansing.

Menurutnya, Menjadi seorang pecandu narkoba, sudah barang tentu bukanlah menjadi cita-cita bagi remaja masa kini, apalagi bagi seorang gadis desa yang hidup dari segala kesederhanaan. Akan tetapi jika pada awalnya hanya coba-coba, yang akhirnya menjadi ketagihan dan pada akhirnya menjadi pengguna, tentu lah sudah di bilang terjadi ketidak beresan dalam dirinya. Karena sangat bertentangan dengan kehidupan yang dialami di keluarganya tersebut.

Begitulah yang dialami oleh seorang mantan pengguna narkoba jenis shabu-shabu tersebut, bahwa Awalnya hanya coba-coba, akan tetapi lama kelamaan telah menjadi kebiasaan dan terakhir kalinya pernah mencapai 3 kali dalam sehari.

" Jika tidak dapat menggunakan shabu rasanya sulit dan perasaan mau marah saja, namun jika sudah dapat terasa angan-angan tinggi dan pembawaannya enak sekali," Paparnya.

Bahkan sewaktu di bius dengan shabu-shabu tersebut, bsia tahan tidak makan dalam sehari, dan bukan hanya mengalami tidak makan akan tetapi juga tidak bisa tidur, dan maunya happy saja setiap hari, sebutnya.

Awal kejadiannya setamat SMA di Muara Lembu Kecamatan Singingi sekitar tahun 2010 lalu, dan menjadi sebagai pengguna sampai tahun 2014, dan akhirnya ketahuan orang tua tahun 2014 yang dilakukan rehab tahun 2014, setelah mendatangi kantor BNNK Provinsi Riau yang kemudian disuruh mendatangi kantor BNNK Kotamadya Pekanbaru, tambahnya.

Setelah dirujuk selama tiga bulan, akhirnya diberi rekomendasi untuk dilakukan rehabilitasi di Panti Lido Bogor dan dirawat selama enam bulan bersama orang tua dan didampingi dari BNNK kota Pekanbaru, dan setelah dilakukan perawatan selama enam bulannya akhirnya dinyatakan sehat kembali. Sepulang dari Rehab di Panti Lido, pada maret 2015 lalu melapor ke BNNK Kuansing, dan karena kegiatan masih kurang akhirnya ke BNNK Kampar, yang akhirnya di terima di Yayasan Rehab Palembang.

" Saya meminta kepada adik-adik maupun kaum remaja Kabupaten Kuantan Singingi maupun Provinsi Riau, agar menjauhi narkoba dan jangan coba-coba untuk mendekati apalagi sampai menjadi pengguna karena berdampak merusak otak dan sangat membahayakan bagi pecandunya," Tuturnya.

Selain itu, etika dan moral di masyarakat khususnya keluarga, bagi para pemakai narkoba adalah aib yangs angat besar dan ini harus dihindari dan dijauhi. Bila ada anggota keluarga yang terlanjur menjadi pecandunya, maka segera lah datang ke kantor BNNK untuk dilakukan rehabilitasi," Tukasnnya.

       Hidup Sehat Tanpa Narkoba

R24/awa/zar 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru