riau24 Hanura Minta Maaf Kadernya Jadi Tersangka Korupsi | Berita Riau
Minggu, 17 Desember 2017

Hanura Minta Maaf Kadernya Jadi Tersangka Korupsi

1
Anggota DPR Fraksi Hanura Dewi Yasin Limpo (tengah) berada di mobil tahanan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/10) dini hari. Dewi yang ditangkap di Jakarta menjadi tersangka operasi tangkap tangan (OTT) KPK terkait dugaan peng
Berita Riau -  Hanura Minta Maaf Kadernya Jadi Tersangka Korupsi
Jakarta-Riau24.com-Partai Hanura secara resmi meminta maaf kepada publik dengan tertangkapnya anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat fraksi partainya, Dewie Yasin Limpo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus tindak pidana korupsi pengadaan pembangkit listrik di Kabupaten Deiyai, Papua.

Wakil Ketua Umum Partai Hanura, Nurdin Tampubolon menyesalkan tindakan pelanggaran hukum yang dilakukan salah satu kadernya itu, yang disebutnya mencoreng nama baik partai.

"Untuk itu, Partai Hanura menyampaikan permohonan maaf atas pengingkaran salah satu kadernya," ujar Nurdin, dalam konfrensi pers, di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (23/10/2015).

Permohonan maaf ini ditujukan Hanura kepada seluruh masyarakat dan juga pihak pemerintah. Nurdin juga menegaskan, secara resmi melalui mekanisme organisasi, Dewie telah diberhentikan dari keanggotaan partai maupun di parlemen.


"Sesuai Anggaran Dasar dan Rumah Tangga Hanura, Dewie Yasin Limpo diberhentikan dari keanggotaan partai dan jabatan kepengurusan partai, serta keanggotaan di DPR, sejak ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK," kata Nurdin.

Berdasarkan hasil penyelidikan internal, tindakan Dewie Yasin Limpo disebut Nurdin, tidak ada kaitannya dengan partai dan sebagai perbuatan individual. Pun tindakan Dewie ini telah bertentangan dengan instruksi pimpinan partai yang memiliki konsep untuk menjauhi tindakan tercela.

Hanura pun ujar Nurdin, mendukung proses hukum yang ditangani KPK untuk menuntaskan kasus ini. Dia juga mengatakan, hal sama berlaku bagi seluruh kader partai jika terbukti atau tersangkut kasus tindak pidana korupsi.


"Jadi siapapun dari Hanura, kalau sudah ditetapkan sebagai tersangka, tidak akan dibeda-bedakan," ujar Nurdin.

Dengan demikian, Nurdin menegaskan Hanura secara resmi tidak akan memberi bantuan hukum kepada Dewie. Sebab, jika menyediakan, Nurdin mengatakan seolah-olah ada keterkaitan korupsi yang dilakukan Dewie dengan partai.

Nurdin yang juga Ketua Fraksi Hanura di parlemen ini mengatakan, pernyataan yang disampaikannya, merupakan sikap resmi partai dan diketahui Wiranto selaku Ketua Umum.

Diketahui, Dewie jadi tersangka kasus korupsi setelah terjaring dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh penyidik KPK. Dewie diduga telah menerima duit sebesar Sin$177.700 atau sekitar Rp1,7 miliar untuk pemulus pembahasan proyek pembangkit listrik di Papua.


Proyek itu rencananya bakal dibahas dalam rapat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2016 untuk pos Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pembahasan dilakukan oleh pihak Kementerian dengan Komisi Energi DPR.

Atas perbuatannya, Dewie disangka melanggar pasal 12 huruf a, huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor. 

R24/rno/cnn 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Minggu, 15 Oktober 2017 06:28 wib
LIVE BULL DI CF88 AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !!
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru