riau24 Curi Sawit PT BMPJ, 7 Warga Kepenuhan Rohul Divonis Bebas Murni | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Curi Sawit PT BMPJ, 7 Warga Kepenuhan Rohul Divonis Bebas Murni

0
Sidang 7 Warga
Berita Riau -  Curi Sawit PT BMPJ, 7 Warga Kepenuhan Rohul Divonis Bebas Murni

Rohul-Riau24.com-Tujuh warga Desa Kepenuhan Timur, Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) yang diduga melakukan pencurian buah kelapa sawit di lahan sengketa yang dikuasai PT BMPJ, divonis bebas oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pasirpengaraian, Kamis (29/10/2015) petang.

Saat sidang pembacaan vonis oleh Ketua Majelis Hakim Lilin Herlina, tujuh warga Kepenuhan Timur yakni H. Iskandar, Dalius, Anasrudin AD, Abdul Karim, Zulkifli Lubis, Basuki alias Suki, dan Adenan bin Atan, tidak terbukti melakukan pencurian buah kelapa sawit di lahan milik PT Budi Murni Panca Jaya (BMPJ) pada Februari 2015 silam.

Humas PN Pasirpangaraian, juga anggota Majelis Hakim Feri Irawan mengatakan vonis bebas murni sudah sesuai fakta persidangan. "Sesuai Pasal 183 KUHP Majelis Hakim memutuskan berdasarkan sekurang-kurangnya dua alat bukti dan ditambah keyakinan hakim yang bersifat negatif dan telak. Memutuskan bahwa ke tujuh terdakwa tidak terbukti melakukan tindakan pencurian yang dituduhkan, sehingga mereka kita vonis bebas," kata Feri usai sidang vonis.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Pasirpengaraian, Riki mengatakan karena perkara merupakan limpahan dari Polda Riau, tentunya Kejaksaan akan melaporkan hasilnya ke Kejaksaan Tinggi Riau di Kota Pekanbaru.

"Kita tadi mengambil sikap pikir-pikir dengan waktu tujuh hari untuk membuat laporan ke Kejaksaan Tinggi. Nanti bagaimana tindaklanjutnya kami tunggu laporan dari sana, apakah akan ada upaya banding yang akan kita lakukan," jelas Riki.

Sebelumnya, JPU sempat menjatuhkan tuntutan terhadap tujuh warga Kepenuhan Timur dengan tuntutan 4 bulan kurungan potong masa tahanan. Tujuh warga didakwa karena diduga melakukan pencurian buah kelapa sawit di lahan sengketa yang dikuasai PT BMPJ.

"Kita tunggu saja hasil laporannya nanti, apa intruksi dari Kejaksaan Tinggi nanti," tandas Riki. 

R24/awa/ags 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru