riau24 Terbuat dari Apa Balon Internet Google? | Berita Riau
Jumat, 09 Desember 2016

Terbuat dari Apa Balon Internet Google?

0
Para CEO Operator Indonesia bersama Presiden Alphabet dengan latar belakang balo Project Loon (Dok.Google)
Berita Riau -  Terbuat dari Apa Balon Internet Google?
Jakarta-Riau24.com-Balon internet dari Project Loon ini tentu saja berbeda dari balon pada umumnya yang mudah menyusut atau diledakan hanya dengan tusukan jarum. Loon buatan Googe ini adalah balon tak biasa. 

Balon ini memiliki bagian yang mampu menampung udara alias bisa ditiup yang bernama balloon envelope (sampul balon). Bagian sampul ini terbuat dari lembaran plastik polyethylene yang ringan dan fleksibel namun kuat.

Dari publikasi resmi Google, jika dalam keadaan digembungkan, ukuran lebar sampul balon Loon mencapai 15 meter dengan tinggi 12 meter. Sampul ini sifatnya kritis, sebab ia yang membuat balon bisa bertahan selama 100 hari di stratosfer. 

Diketahui pada lapisan stratosfer memiliki tantangan unik secara teknis, yaitu tekanan udara 1 persen lebih rendah dari permukaan laut dan proteksi akan radiasi sinar matahari cukup rendah lengkap dengan perubahan suhu yang dramatis yang mampu mencapai minus 80 derajat Celsius.
Angin di stratosfer sifatnya berlapis-lapis, di mana tiap lapisannya memiliki variasi kecepatan dan arah. Nah, dengan bergerak bersama angin, balon Loon dirancang agar bisa membentuk satu jaringan komunikasi yang besar.

Google mengklaim bahwa balon Loon sangat mampu memanfaatkan angin di stratosfer dan terbang secara aman di atas kondisi cuaca Bumi dan aktivitas pesawat terbang.

Lalu ketika Loon hendak dibawa kembali ke Bumi, gas dilepaskan dari sampul agar Loon bisa turun dalam posisi yang terkendali dengan bantuan parasut yang disematkan di atasnya.

Project Loon pertama kali diinkubasi oleh divisi Google X pada 2011 silam, lalu resmi diumumkan secara publik pada Juni 2013 lengkap dengan tujuan untuk membantu penyebaran internet kepada dua pertiga populasi dunia.

"Pada awal dibuat, balon internet ini bertahan lima, tujuh atau 10 hari. Sekarang kita telah memiliki balon yang mampu bertahan selama 187 hari," Mike Cassidy, Vice President Project Loon, kepada BBC dan dikutip CNN Indonesia. "Kami juga telah memperbaiki proses peluncuran."

(Dok.Google)

Balon Loon ibarat menara seluler yang mengangkasa di langit. Loon terbang di ketinggian dua kali lipat dari ketinggian normalnya pesawat komersil berjalan, yaitu sekitar 20 kilometer di atas permukaan Bumi.

Google dan para operator akan berbagi spektrum seluler agar masyarakat bisa mengakses internet melalui perangkat ponsel pintar dan perangkat yang sudah mendukung teknologi LTE. Balon Loon menggulirkan trafik nirkabel dari perangkat mobile kembali ke internet global menggunakan link berkecepatan tinggi.

R24/rno/cnn

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam