riau24 Soal Gabung TPP, SBY: Mungkin Jokowi Sudah Janji di AS | Berita Riau
Selasa, 19 Desember 2017

Soal Gabung TPP, SBY: Mungkin Jokowi Sudah Janji di AS

0
SBY Hadiri Acara Hari Jadi Demokrat di DPR. (VIVA.co.id/Ahmad Rizaluddin)
Berita Riau -  Soal Gabung TPP, SBY: Mungkin Jokowi Sudah Janji di AS
Riau24.com-Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Amerika Serikat, beberapa hari yang lalu masih menimbulkan segelintir pertanyaan. Salah satunya, apakah kunjungan tersebut merupakan sinyal positif bahwa Indonesia dalam waktu dekat akan bergabung dalam blok dagang AS Trans Pasific Partnership (TPP). 
 
Wacana tersebut diperkuat dengan pernyataan Jokowi dalam kunjungan itu yang menyatakan, pemerintah Indonesia akan mempertimbangkan tawaran tersebut. Padahal, di pemerintahan sebelumnya, secara tegas menolak untuk masuk ke dalam blok dagang dan Investasi yang dimotori AS tersebut. 
 
Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di kutip dari akun twitter resminya, @SBYudhoyono, Jumat 30 Oktober 2015, menjelaskan, sebenarnya banyak manfaat yang bisa didapatkan suatu negara jika tergabung dalam TPP.
 
Namun, sesuai dengan hukum globalisasi, manfaat itu bisa dirasakan asal negara yang masuk TPP, siap dengan segala konsekuensinya. Termasuk, perdagangan bebas yang berisiko membanjirnya produk impor di Indonesia.
 
"Trans-Pacific Partnership adalah kerja sama ekonomi lintas Pasifik, yang dimotori AS. Hakikatnya liberalisasi perdagangan dan investasi. Sebenarnya TPP baik, jika negara anggotanya 'siap', kepentingannya diwadahi dan benar-benar memberikan keuntungan bersama. Jika Indonesia merasa belum siap dan dipaksa masuk TPP, maka justru negara kita akan dirugikan. Begitulah 'hukum globalisasi," tulisnya. 
 
SBY pun mengungkapkan alasannya, mengapa ketika masa akhir kepemimpinannya belum memutuskan Indonesia masuk TPP. 
 
1. Kita sedang tingkatkan kesiapan untuk Masyarakat Ekonomi ASEAN.
 
2. Kita juga harus "untung" dalam China-ASEAN Free Trade Agreement. Rakyat khawatir kalau kita tak siap dan merugi dalam dua kerja sama ini.
 
3. Kita sedang ikut negosiasi RCEP kerja sama ekonomi ASEAN plus Tiongkok, Jepang & Korea. Jangan sampai kita juga tak siap.
 
4. Ekomomi Singapura, Malaysia, Brunei, dan Vietnam (yang masuk TPP), "berorientasi ekspor". Indonesia tidak. Pasar domestik kita besar. Jika tak siap, justru pasar kita akan kebanjiran barang dan jasa negara lain. Sementara itu, ekspor kita tak bisa bersaing di luar negeri.
 
5. Sudah ada APEC  yang juga merupakan wadah kerja sama ekonomi Asia Pasifik. Karenanya, dulu TPP belum jadi prioritas utama.
 
"Tetapi, Presiden Jokowi punya hak dan bisa saja ubah posisi kita, dan putuskan bergabung ke TPP, mungkin beliau sudah berjanji di Amerika," ungkapnya. 

R24/rno/viv
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru