riau24 YLKI : Banyak Masyarakat Tak Sadar Subsidi BBM Sudah Dicabut | Berita Riau
Senin, 18 Desember 2017

YLKI : Banyak Masyarakat Tak Sadar Subsidi BBM Sudah Dicabut

1
Petugas memeriksa Nosel dan selang Pertalite RON 90 sebelum peluncuran di SPBU Coco, Abdul Muis, Jakarta, Selasa (21/7/2015)/Ilustrasi. (ANTARA/M Agung Rajasa)
Berita Riau -  YLKI : Banyak Masyarakat Tak Sadar Subsidi BBM Sudah Dicabut

Riau24.com-Harga BBM di Indonesia terus mengalami kenaikan. Faktor utamanya, karena subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) sudah dicabut.

"Data dari survei yang kita lakukan, bahwa masih banyak masyarakat tidak mengetahui bahwa subsidi BBM oleh pemerintah sudah dicabut. Jumlah pertahunnya mencapai Rp300 triliun," katanya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, ada baiknya dana 300 triliun yang berasal dari subsidi BBM yang sudah dicabut, digunakan untuk membangun infrastruktur di negeri ini.

"Bisa dibayangkan, jika dana Rp300 triliun itu digunakan untuk membangun sekolah yang baik, melengkapi sarana kesehatan di pelosok desa, dialokasikan bagi penempatan sarjana dengan imbalan memadai atau untuk perbaikan jalan irigasi, maka pembangunan akan semakin merata di negeri ini," katanya menambahkan.

Sejak tahun 2004, Indonesia resmi jadi pengimpor minyak dan keluar dari anggota keanggotan Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC).

Padahal, pada tahun-tahun sebelumnya, yaitu pada tahun 1970an hingga tahun 1995, produksi minyak bumi di negeri ini dilakukan secara masif. Minyak bumi Indonesia, relatif melimpah dibandingkan dengan kebutuhan akan BBM sehingga mayoritas, minyak bumi diekspor.

"Dahulu, Indonesia memang kaya akan minyak dan menjadi eksportir besar bersama- sama anggota OPEC lainnya. Saat ini, jumlah cadangan minyak bumi di Indonesia tinggal 0,2 persen dari total cadangan terbukti sedunia," kata Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi dalam forum dialog energi dan kebijakan pengurangan subsidi BBM di Hotel Acacia, Jl.Kramat Raya, Jakarta Pusat, Sabtu, 31 Oktober 2015.

Dari survei yang dilakukan oleh YLKI, cadangan minyak terbanyak, saat ini dimiliki oleh Venezuela sebanyak 17,7 persen, Saudi Arabia sebanyak 15,8 persen dan Canada sebanyak 10,3 persen.

Sedangkan hasil survei yang dilakukan terhadap Indonesia, di tahun 2015, rasio minyak bumi Indonesia hanya 11,6 persen, yang artinya jika pertahunnya minyak bumi terus diolah dengan jumlah sebanyak produksi tahun 2013, maka cadangan terbukti minyak bumi di Indonesia akan habis dalam jangka waktu 11 tahun 7,5 bulan dari tahun 2013.

R24/rno/viv 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Jumat, 27 Oktober 2017 16:18 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/3kH5LyG.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru