riau24 PNS Meranti Tak Netral Terancam Pidana | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Jika Ketahuan Terlibat Politik Praktis

PNS Meranti Tak Netral Terancam Pidana

0
Hanafi, S.sos (dok.riaugreen)
Berita Riau -  PNS Meranti Tak Netral Terancam Pidana

Meranti-Riau24.com- Ketua Pantia Pengawas Pilkada (Panwaslu) Kabupaten Kepulauan Meranti, Hanafi S.Sos, berjanji akan bersikap tegas dan akan mempidanakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tak netral atau terlibat politik praktis pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 9 Desember 2015 mendatang di Kabupaten Kepulauan Meranti. Hal ini sesuai dengan pasal 116 ayat 4 undang-undang nomor 32/ 2004.

Namun demikian, Alhamdulillah kasus atau pelanggaran yang dilakukan kalangan PNS selama tahapan Pilkada di Kepulauan Meranti belum ada atau Nihil. "Kalau ada, pasti akan kita tindak tegas. Bahkan bias mengarah ke pidana," ujar Hanafi kepada Riau24.com di Selatpanjang, Ahad (01/11/2015).

Jika ada seorang Pegawai Negeri Sipil yang tidak netral dalam pemilihan umum dapat dipidana penjara minimal satu bulan hingga enam bulan pidana penjara. Tindakan itu melanggar pasal 116 ayat 4 undang-undang nomor 32/ 2004. Juga dengan denda minimal Rp 600 ribu hingga denda maksimal Rp 6 juta sesuai aturan yang berlaku, ucap Hanafi.

"Ketua Panwaslu Meranti itu menegaskan, bahwa kita akan member tindakan tegas terdahap oknum PNS yang terlibat aktif dalam keberpihakannya kepada salah satu pasangan calon pilkada 2015 di Kepulauan Meranti. Upaya ini akan dilakukan sesuai dengan aturan dan undang-undang saat ini".

Oleh sebab itu, jika kehadiran oknum PNS tersebut dinilai telah melanggar Undang-Undang dan aturan yang telah ditetapkan dan diperuntukan kepada PNS terkait keterlibatan PNS terhadap politik praktis. "Sebagai PNS, harusnya bersikap netral dan tidak bias memberikan dukungan kepada salah satu kandidat pasangan calon Pilkada di Meranti ini khususnya".

Lebih lanjut, dibeberkan Hanafi, bahwa Ia juga tidak segan-segan menindak jajarannya jika terindikasi tidak netral. “Bukan hanya PNS saja, saya juga akan menindak petugas dilingkungan Panwaslu Kabupaten Kepulauan Meranti yang  tidak netral, sebagai pengawas kita harus konsisten agar Pilkada dapat berjalan aman dan damai tahun ini.

Untuk diketahui, bahwa hadirnya Pemilu yang demokratis, jujur, dan bersih, sangat tergantung bagaimana setiap penyelenggara Pemilu menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing, bersikap netral dan berjalan pada koridor hukum yang ditetapkan.

Untuk itu, secara menyeluruh saya mengajak kita semua, mari kita mewujudkan Kepulauan Meranti sebagai daerah referensi penyelenggaran Pemilu yang aman dan damai sehingga bisa menjadi contoh Kabupaten terbaik dalam mengsukseskan pelaksanaan Pilkada tahun 2015 ini dari Kabupaten-Kabupaten lainnya se Provinsi Riau, pintanya.

Namun demikian, ucap Hanafi untuk mencapai itu semua dibutuhkan kerjasama seluruh masyarakat untuk tetap ikut aturan Pilkada ini dan sama-sama mengsukseskan pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah Bupati di Kabupaten terbungsu se Provinsi Riau ini, sehingga baru lah semua itu dapat terwujud kedepan sebagaimana yang kita harapkkan bersama, tandasnya.

R24/awa/ndi

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru