riau24 Cegah Bentrokan Terulang, Bongkar Muat di PT KPN Diserahkan ke Warga Batang Kumu | Berita Riau
Rabu, 13 Desember 2017

Cegah Bentrokan Terulang, Bongkar Muat di PT KPN Diserahkan ke Warga Batang Kumu

0
Bentrokan Anggota F-SPTI dengan SPPP di PKS PT KPN Desa Batang Kumu
Berita Riau -  Cegah Bentrokan Terulang, Bongkar Muat di PT KPN Diserahkan ke Warga Batang Kumu

Rohul-Riau24.com-Untuk menghindari terulang kembali antara buruh F-SPTI dengan buruh SPPP di Pimpinan Unit Kerja (PUK) Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Kencana Persada Nusantara (KPN) atau PT Geng Desa Batang Kumu, Kecamatan Tambusai, kini pekerjaan bongkar muat sementara kembali diserahkan ke warga Desa Batang Kumu.

Untuk pekerjaan bongkar muat Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di PKS PT KPN ke warga, menyusul lebih dari ratusan buruh dari Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan (SPPP) Batang Kumu diketuai Mangapul Simamora datang ke PKS PT KPN yang ingin bekerja, Sabtu (31/10/2015) pagi sekira pukul 07.00 Wib.

Guna meredam keributan, dilakukan mediasi yang libatkan Kades Batang Kumu Afnan Pulungan, Kabag Ops Polres Rohul Kompol J. Wahyudi, Kasat Binmas Res Rohul AKP Remil Simamora, Kasat Intel Res Rohul AKP Azhari, Kapolsek Tambusai AKP Yahya Harahap, Manager PT KPN Wayandi, KTU PT KPN Beny Hutasoit, Humas PT KPN Syahrin, dan lima orang perwakilan dari warga Batang Kumu.

Pada saat mediasi dibatalkan, surat hasil keputusan sementara dikeluarkan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) Rohul No: 560/DSTKT-HI/70, tanggal 29 Oktober 2015 yang memutuskan pekerjaan bongkar muat di PKS PT KPN sementara dikerjakan karyawan perusahaan.

Dari hasil mediasi tanpa melibatkan Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) dan SPPP, pekerjaan bongkar muat di PKS PT KPN sementara waktu dilaksanakan oleh warga Desa Batang Kumu, tanpa ada bendera SPTI atau SPPP. Langkah ini diambil sambil menunggu penyelesaian perselisihan antara buruh dari organisasi.

"Pada mediasi perwakilan masyarakat Desa Batang Kumu yang ikut rapat segera membentuk pengurus bongkar muat atasnama Desa Batang Kumu, yang berkoordinasi dengan Kades Batang Kumu," tegas Kapolres Rohul AKBP Pitoyo Agung Yuwono melalui Paur Humas Polres Rohul Ipda P. Simatupang.

Hasil rapat, rencananya mulai Senin (2/11/2015), warga Batang Kumu akan memulai pekerjaan bongkar muat TBS sawit di PKS PT KPN. Hal itu setelah adanya arahan dari Disosnakertrans Rohul.

"Tidak ada bentrokan, situasi aman terkendali. Karena setelah keputusan tersebut disampaikan dan menerima hasil berita acara sementara masyarakat membubarkan diri sekira pukul 11.45 WIB," kata Ipda P. Simatupang.

Sebelumnya, pekerjaan bongkar muat TBS sawit di PKS PT KPN sudah dilakukan oleh buruh SPPP sejak 2008 silam. Karena terjadi keributan antara SPTI dengan SPPP pada 2013 silam, pekerjaan bongkar muat diserahkan ke warga Desa Batang Kumu.

Tetapi, berdasarkan hasil rapat 3 September 2015, Camat Tambusai Zahrial Lutfi memutuskan pekerjaan bongkar muat diserahkan kepada buruh SPTI. Rekomendasi itu yang menyebabkan bentrokan susulan di PKS PT KPN antara buruh SPTI dan SPPP hingga menyebabkan beberapa buruh luka, dan satu mobil Satuan Petugas SPTI rusak.

Kemudian, Kepala bagian belakang Kapolsek Tambusai AKP Yahya Harahap kepalanya juga bocor, akibat kena lemparan batu saat terjadi bentrokan tersebut. Ia sempat dirawat di Puskesmas Dalu Dalu.

R24/awa/ags 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru