riau24 Dari Kewajiban, Kini Shalat Berjemaah di Mamic Rohul Jadi Kesadaran | Berita Riau
Minggu, 17 Desember 2017

Dari Kewajiban, Kini Shalat Berjemaah di Mamic Rohul Jadi Kesadaran

0
MAMIC Rohul
Berita Riau -  Dari Kewajiban, Kini Shalat Berjemaah di Mamic Rohul Jadi Kesadaran

Rohul-Riau24.com-Lebih dari empat tahun belakangan ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hulu (Rohul) di bawah kepemimpinan Drs. H. Achmad, M.Si mewajibkan seluruh pegawainya baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Honerer melaksanakan shalat berjamaah zhuhur dan ashar di Mesjid Agung Madani islamic Center (MAMIC) Pasirpengaraian.

Dikatakan Hubungan masyarakat (Humas) MAMIC Pasir Pangaraian, ‎Drs, Yusmar Yusuf, M.Si, kini Pemkab Rohul tidak lagi mewajibkan pegawai di lingkungan pemkab Rohul lakukan Shalat berjamaah di MAMIC Pasirpengaraian, malainkan kesadaran dari para pegawainya lakukan ibadah.

"Semula dari kewajiban menjadi kesadaran. Hal ini yang coba diterapkan Pemerintah daerah saat ini, setelah kurang lebih 4 tahun lamanya wajibkan shalat berjamaah kini pemerintah hanya kontrol saja. Apakah kewajiban tersebut sudah menjadi kesadaran," kata Yusmar, Minggu (1/11/2015).

Yusmar yang juga kepala Dinas Pertambangan dan Energi Rohul ini menjelaskan, dengan menerapkan kesadaran para pegawai. Diharapkan para pegawai bisa meningkatkan kesadaran menjadi kebutuhan. Sehingga, ibadah tak lagi menjadi beban bagi dirinya namun menjadi kebutuhan bagi kehidupanya.


Namun, bila sudah menjadi kebutuhan, tentunya MAMIC yang jadi Ikon Kabupaten Rohul negeri seribu suluk, bisa dirasakan seluruh masyarakat, dengan memakmurkannya. Dengan begitu, maka akan tibul suatu kebanggaan bagi mayarakat. Bahwa masjid megah tersebut merupakan milik masyarakat Rohul.

"Bila sudah jadi kebutuhan, maka tentunya sangat sulit untuk di tinggalkan. Seperti kebutuhan akan makan. Bila tidak makan, tentu kita akan merasa bahwa badan tidak kuat," jelasnya.

"Sama halnya dengan ibadah, bila sudah di jadikan kebutuhan, tentunya akan selalu dikerjakan. Awal memang dipaksa, lama kelamaan akan terbiasa dan menjadi kebutuhan. Itulah yang diterapkan pemkab kita saat ini," tambah Yusmar lagi.

Dirinya menjelaskan, dengan kebijakan yang diambil Pemkab Rohul tersebut, disambut baik pegawai, dan mereka mendukung kebijakan ini, dan hal itu terbukti. Dari paksaan menjadi kebiasaan, dimana, walaupun tak lagi diwajibkan. Jamaah MAMIC juga masih banyak.

Dengan begitu,‎ maka tentunya masyarakat akan sadar, bahwa penerapan memakmurkan tempat ibadah di MAMIC bisa dikatakan berhasil, hanya saja perlu dilakukan pengontrolan kembali.

Bukan hanya itu saja, Rohul sudah bisa menjadi kabupaten terbaik di provinsi Riau sesuai dengan visi Rohul dibawah kepemimpinan Drs. H. Achmad, M.Si. Yang mana, Rohul sudah menjadi yang terbaik di bidang Agamanya.

"Sebagai contoh, MAMIC sudah jadi perwakilan sebagai mesjid terbaik untuk tingkat Nasional. Sebelumnya menjadi yang terbaik di Provinsi Riau," ucap Yusmar dan berharap kedepan ‎Rohul bisa mencapai visi dan Misi nya menjadi kabupaten terbaik di Provinsi Riau pada 2016 akan datang.

R24/awa/ags

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru