riau24 Plt Gubri Langgar PKPU 7/2015, Panwaslu Rohul Rekomendasi Ke Mendagri | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Plt Gubri Langgar PKPU 7/2015, Panwaslu Rohul Rekomendasi Ke Mendagri

2
PLT Gubri disambut Cawabup Sukiman di Sekretariat Pemenangan Susuki
Berita Riau -  Plt Gubri Langgar PKPU 7/2015, Panwaslu Rohul Rekomendasi Ke Mendagri

Rohul-Riau24.com-Pleno dan evaluasi laporan masyarakat terkait dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan Pelaksana Tugas Gubernur Riau (Plt Gubri) Arsyadjuliandi Rachmad telah dilakukan Panitia Pengawas (Panwas) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).

Sesuai laporan masyarakat Nomor 02/LP/Pilkada/10/2015, Andi (sapaan Plt Gubri) disebutkan mampir ke sekretariat Pemenangan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Rohul nomor urut 2, Suparman-Sukiman (Susuki) di Jalan Tuanku Tambusai Pasirpangaraian, Senin 12 Oktober 2015 , pakai pakaian dinas harian Linmas warna hijau di balik jaketnya, dan pakai fasilitas negara yakni mobil dinas BM 2.

Diakui Anggota Panwas Rohul Bidang Pengawasan dan Penindakan Gummer Siregar, pihaknya telah mengklarifikasi kedua belah pihak. Hasil pleno dilakukan Panwas Rohul, Sabtu (24/10/2015) lalu, Andi tidak terbukti tidak terbukti menyampaikan ajakan atau imbauan saat mampir di Sekretariat Susuki.

"Hasilnya, setelah kita klarifikasi kedua belah pihak, memang kegiatan dilakukan Plt Gubernur  Riau di Sekretariat Paslon (Susuki) tidak ada melakukan kegiatan kampanye, karena beliau tidak ada bicara dan mengajak, hanya ganti pakaian (ganti pakaian dinas menjadi pakaian melayu," ujar Gummer, Senin (2/11/2015).

Walau tak berkampanye, namun Plt Gubri ternyata mengantongi STTP diterbitkan pihak Polres Rohul. Dalam STTP Nomor STTP/210/X/2015/INTELKAM, 12 Oktober 2015, Andi sebagai juru kampanye, namun surat itu tidak ia gunakan untuk kampanye.

"Dari defenisi dia (Plt Gubri) tak ikut kampanye," jelasnya.

Gummer menjelaskan, meski tak terbukti berkampanye di Sekretariat Paslon Susuki, dari kajian dilakukan Panwas Rohul, Andi dinilai salah karena memakai fasilitas negara, yakni mobil dinas nomor polisi BM 2.

Andi dinilai melanggar Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2015, Pasal 61 ayat (5), sesuai pasal (2) dan ayat (3), yakni Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota, serta pejabat negara lainnya, yang jadi pasangan calon wajib memenuhi ketentuan, tidak boleh pakai faslitas negara yang terkait jabatan, serta. Menjalani cuti yang di luar tanggungan negara.

"Dalam Pasal tiga (PKPU 7/2015), fasilitas negara yang dimaksud, huruf (a) seperti kendaraan dinas," katanya.

Gummer menambahkan hasil kajian Panwas Rohul dikeluarkan rekomendasi, dan sudah dikirim ke atasannya, yakni Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

"Soal prosedur itu atasannyalah yang bisa menjatuhkan sanksi (Mendagri). Rekomendasi sudah kita kirim sekitar tanggal 28 Oktober lalu," tandas Gummer.

Untuk diketahui, pada 12 Oktober 2015 lalu, Andi melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Rohul atas undangan DPRD Rohul menghadiri acara Rapat Paripurna Istimewa Memeriahkan Hari Ulang Tahun Rohul ke-16 tahun dimulai sekira pukul 14.00 WIB.

Sebelum ke gedung DPRD Rohul, sekira pukul 13.00 WIB, ia mampir lebih dulu di Sekretariat Paslon Susuki untuk mengganti pakaian dinasnya menjadi pakaian melayu. Namun, saat dirinya mampir, Paslon nomor urut 2 ini sedang melaksanakan kampanye di sana.

R24/awa/ags

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Bujang
Selasa, 03 November 2015 17:55 wib
sape ketawa,, no 1 dan 2 berperang
Daulay
Selasa, 03 November 2015 07:21 wib
hahahhaaa... kenak kau kannn
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru