riau24 Indonesia Belum Terima Dokumen Lengkap TPP | Berita Riau
Kamis, 14 Desember 2017

Indonesia Belum Terima Dokumen Lengkap TPP

1
Ketika bertemu dengan Obama, Jokowi menyampaikan bahwa Indonesia memiliki sistem ekonomi terbuka dan tak menutup kemungkinan untuk ikut serta dalam TPP. (Biro Pers Media dan Informasi/Laily Racheve)
Berita Riau -  Indonesia Belum Terima Dokumen Lengkap TPP
Jakarta-Riau24.com-Pasca kunjungan ke Amerika Serikat, Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung memberikan arahan agar rencana Indonesia untuk bergabung dalam Trans Pacific Partnership (TPP) dapat dikaji secara mendalam. Namun hingga kini, pemerintah belum menerima dokumen lengkap TPP.

"Kami mengharapkan agar kami segera memperoleh dokumennya untuk kami pelajari. Ada satu tahapan yang harus kami lalui dahulu karena sekarang kita kan dokumennya belum ada," ujar Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno LP Marsudi, saat ditemui di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (2/11/2015).

Menurut Retno, pemerintah memerlukan dokumen lengkap TPP dalam melakukan kajian. "Maka, kami minta agar dokumen itu bisa segera kami terima dengan utuh untuk dipelajari," katanya.

Rencana keikutsertaan Indonesia dalam TPP dianggap perlu dikaji secara mendalam. Pasalnya, TPP  merupakan kerangka hukum bagi kerja sama perdagangan bebas dan liberal di berbagai sektor ekonomi yang melibatkan 40 persen kekuatan ekonomi dunia dan 792 juta penduduk di Amerika Serikat, Australia, Brunei Darussalam, Chili, Jepang, Malaysia, Peru, Singapura, Vietnam, Mexico, Kanada, dan Selandia Baru.

"Jadi kajian mengenai TPP dikaji secara mendalam karena begitu kita bergabung dalam TPP tentunya daya saing kita harus kuat," ujar Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, di kantornya, Gedung III Kementerian Sekretariat Negara, Rabu pekan lalu.

Pram menjelaskan, dengan bergabungnya Indonesia dalam TPP, maka negara akan menghadapi pasar yang sangat terbuka. "Jadi apakah nanti waktunya, kapan bergabungnya, dan apakah akan bergabung tentu perlu pengkajian yang sangat dalam," kata dia.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu memastikan bahwa paket deregulasi yang dikeluarkan pemerintah saat ini bertujuan agar ada efisiensi dalam sistem ekonomi dan menjadikan Indonesia sebagai tempat ramah bagi investor. Selain itu, pemerintah juga mengedepankan pembangunan dan penguatan infrastruktur.

"Dengan demikian, kalau efisiensi kita sudah bisa lakukan, tentunya kita siap untuk bertarung dalam kompetisi pasar global, karena itu tidak bisa dihindari. Nanti di 2019, 2017, 2018 apalagi perbankan sudah semuanya sangat terbuka, ekonomi dunia akan sangat terbuka. Oleh karena itu, lebih baik kita memeprsiapkan sejak sekarang daripada nanti tertinggal," ujar dia.

Ketika bertemu dengan Obama, Jokowi menyampaikan bahwa Indonesia memiliki sistem ekonomi terbuka dan tak menutup kemungkinan untuk ikut serta dalam TPP.

R24/rno/cnn

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Rabu, 13 Desember 2017 10:28 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA & ANJING ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/Ms1ZMuu.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru