riau24 Komisi I Deadline Alfamart Ilegal Urus Izin Seminggu | Berita Riau
Kamis, 14 Desember 2017

Komisi I Deadline Alfamart Ilegal Urus Izin Seminggu

0
Hearing komisi I DPRD Pelalawan
Berita Riau -  Komisi I  Deadline Alfamart Ilegal Urus Izin Seminggu

Pelalawan-Riau24.com-Komisi I DPRD Pelalawan pada Rabu (4/11/2015) menggelar hearing dengan pihak BPMP2T Pelalawan terkait leberadaan usaha Alfamart ilegal berlokasi disamping rumah makan kota Buana Jalan lintas Pangkalan Kerinci. Dari hasil hearing, Komisi I DPRD Pelalawan mendeadline Alfamart Ilegal supaya mengurus izian usahanya dalam waktu seminggu.

Informasi itu dibeberkan Anggota Komisi I DPRD Pelalawan yang juga ketua Fraksi Golkar DPRD Pelalawan Baharudin SH kepada Riau24.com saat ditemui usai hadiri acara hearing dengan pihak BPMP2T Pelalawan Rabu (4/11/2015) di Pangkalan Kerinci.Dituturkan Baharudin, selama seminggu diberikan waktu untuk mengurus izin usahanya, Komisi I DPRD Pelalawan minta pihak BPMP2T Pelalawan supaya secara persuasif untuk mendesak pihak manajement Alfamart menghentikan kegiatan usahanya terlebih dahulu menjelang selesainya mengurus izin usahanya pada Pemkab Pelalawan kedepan ini.

“Pada saat hearing tadi, kita minta pihak BPMP2T Pelalawan melakukan pendekatan secara persuasif agar pihak Alfamart disamping rumah makan Kota Buana Pangkalan Kerinci untuk sementara menghentikan kegiatan usaha jual belinya pada masyarakat menjelang selesai mereka urus izin usahanya pada Pemkab Pelalawan. Kita beri deadline waktu seminggu pada pihak Alfamart untuk mengurus izin usahnya itu. Sambil mengurus izin usahanya ke Pemkab Pelalawan maka kita minta berhenti dulu alfamart beroperasi menjelang tuntasnya mereka urus izinya tersebut,” desak Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Pelalawan.

Sekarang sebut Baharudin, pihak Alfamart memang sudah mengajukan berkas surat permohonan pengurusan izinnya pada pihak Badan Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) Pelalawan. “Namun sambil selesai urus izinnya, dewan minta melalui pihak BPMP2T Pelalawan  agar melakukan koordinasinya pihak Alfamart Pangkalan Kerinci tak berizin itu menutup kegiuatan usahanya terlebih dahulu atas selama seminggu kita berikan waktu untuk mengurus semua perizinan usahanya,” tegas Baharudin.

Terkait hasil hearingnya dengan para anggota Komisi I DPRD Pelalawan, Kepala BPMP2T Pelalawan H Devidson MH saat hendak dikonfirmasi media ini dikantor dinasnya tadi siang tidak berhasil karena Kepala BPMP2T Pelalawan itu sedang melakukan pertemuan dengan pihak Inspektorat Pelalawan. Namun Petugas Satpol PP Zeni berusaha mengelabui keberadaan Kepala BPMP2T Pelalawan dengan menyebut sedang rapat lalu berselang beberapa menit saja dibilangnya kepala BPMP2T Pelalawan sedang berada diruang kerjanya karena pergi keluar tapi suruh mengecek Devidson diruangkerjanya dilantai dua. Setelah dicek keruangkerjanya media ini tak berhasil menjumpainya. Setelah dicek dilantai dasar, rupanya Kepala BPMP2T Pelalawan sedang diperiksa oleh pihak Inspektorat Pelalawan. Sementara Zeni petugas Satpol PP yang bertugas Pam dikantor BPMP2T Pelalawan berusaha membohongi Riau24.com sudah kabur dimeja tunggu.

Terkait Alfamart ilegal disamping rumah makan Kota Buana Pangkalan Kerinci, pada minggu lalu, Kepala BPMP2T Pelalawan Devidson kepada Riau24.com mengaku bahwa pihak Alfamart tersebut sudah mengajukan surat permohonan perizinan usahanya ke BPMP2T Pelalawan yang dipimpinnya setelah disurati berulang kali dan mendesak pihak Alfamart itu sendiri untuk menutup usahanya.

”Jadi dengan kita gertak perintahkan pihak petugas Satpol PP Pelalawan menutuf Alfamart ilegal dijalan lints Pangkalan Kerinci sebelum ini maka baru lah pihak Alfamart minta waktu berkoordinasinya pimpinan manajementnya yang ada di Pekanbaru.Setelah mereka lakukan koordinasi dengan pihak pekanbaru itu,baru pihak Alfamart disamping rumah makan kota Buana itu mengajukan surat permohonan pengurusan izin usahanya itu pada kita. Dengan adanya surat permohonan perizinannya yang diajukannya itu, maka kita akan proses kelengkapan persyaratan berkas dokumen permohonan perizinan ushanya yang disampaikan tersebut,” terang Devidson mantan Kabag Hukum Pemkab Pelalawan. 

R24/awa/shi 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru