riau24 OC Kaligis: Jangan Sampai Saya 90 Tahun di Penjara | Berita Riau
Jumat, 15 Desember 2017

OC Kaligis: Jangan Sampai Saya 90 Tahun di Penjara

1
Tersangka kasus suap hakim PTUN Medan, OC Kaligis memasuki gedung KPK untuk diperiksa di Jakarta, 15 Juli 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho
Berita Riau -  OC Kaligis: Jangan Sampai Saya 90 Tahun di Penjara
Jakarta-Riau24.com-Otto Cornelis Kaligis membuat banyak orang yang hadir dalam persidangan kasus suap hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang berlangsung hari ini, Rabu, 4 November 2015, tertawa. 

Meski sempat menyatakan penolakannya menjadi saksi bagi kliennya, Gubernur Sumatera Utara nonaktif Gatot Pujo Nugroho, dan curhat soal rekeningnya yang diblokir KPK, OC Kaligis juga menanggapi mengenai banyaknya media di ruang pengadilan.

Soal ia curhat karena pegawainya tak digaji akibat rekeningnya diblokir KPK, OC Kaligis menuturkan alasannya membela para hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Medan yang diduga menerima suap darinya. 

OC Kaligis rela dihukum sendiri. "Biarlah saya yang dihukum, Yang Mulia. Tapi jangan lama-lama, Yang Mulia. Jangan sampai usia saya 90 tahun di penjara," ujar OC Kaligis dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu, 4 November 2015.

Dalam pembicaraan serius di luar persidangan, Kaligis mengakui harus memulai kariernya dari awal lagi. Ia juga tengah merancang sebuah lembaga bantuan hukum yang baru. 

OC Kaligis adalah terdakwa kasus suap yang melibatkan tiga hakim dan seorang panitera PTUN Medan. KPK menduga Kaligis menyuap mereka untuk memuluskan perkara pengujian kewenangan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

Gugatan pengujian itu berhubungan dengan kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial Provinsi Sumatera Utara yang menyeret nama Gubernur Sumatera Utara nonaktif Gatot Pujo Nugroho beserta istrinya, Evy Susanti. 

Kasus suap ini terungkap setelah KPK menangkap tangan anak buah Kaligis, M. Yaghari Bastari alias Gari, dan para hakim PTUN Medan: Tripeni Irianto Putro, Dermawan Ginting, dan Amir Fauzi. Serta seorang lagi, panitera PTUN Medan, Syamsir Yusfan.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan lima orang tersebut sebagai tersangka. Serta Kaligis, Gatot, dan Evy. Kaligis, tiga hakim, dan seorang panitera, sudah menjadi terdakwa dan disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

R24/rno/tem
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Sabtu, 28 Oktober 2017 09:17 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/3kH5LyG.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru