riau24 Kejari Pasirpengaraian Secepatnya Eksekusi Terpidana Korupsi Pengadaan 100 Ekor Kerbau | Berita Riau
Sabtu, 16 Desember 2017

Kejari Pasirpengaraian Secepatnya Eksekusi Terpidana Korupsi Pengadaan 100 Ekor Kerbau

0
Kajari Pasirpengaraian Syafiruddin
Berita Riau -  Kejari Pasirpengaraian Secepatnya Eksekusi Terpidana Korupsi Pengadaan 100 Ekor Kerbau

Rohul-Riau24.com - Keputusan kasasi Mahkamah Agung (MA) Nomor 635 K/Pid.Sus/2014 yang menguatkan terpidana Megawati bersalah dalam pengadaan 100 ekor kerbau pada 2008 silam sudah diterima pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Pasirpengaraian, Rokan Hulu (Rohul).

Kepala Kejari Pasirpengaraian Syafiruddin melalui Kasi Pidum Kejari Pasirpengaraian Nico Fernando menjelaskan putusan kasasi dari MA sudah kami diterima, Rabu (4/11/2015) sore kemarin. Isinya, MA menolak kasasi Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut terpidana Megawati Rosdiana dengan hukuman 5 tahun penjara, denda Rp 50 juta subsider 6 bulan.

" Secepatnya kita eksekusi Megawati," ujar Nico Fernando, Kamis (5/11/2015) sore.

Nico mengungkapkan, awalnya Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pengadilan Negeri Pekanbaru memvonis Megawati dengan hukuman 2 tahun penjara, denda Rp 50 juta subsider 1 bulan,dari banding di Pengadilan Tinggi Riau juga menguatkan Megawati bersalah, dan divonis 2 tahun penjara, denda Rp 50 juta subsider 1 bulan.

"JPU banding karena tuntutan pidana tidak sesuai dengan tuntutan kita. Tuntutan JPU 5 tahun kurungan, denda Rp 50 juta subsider 6 bulan, namun vonis Pengadilan Tinggi lebih rendah," jelasnya.

Nico memastikan secepat mungkin Kejaksaan mengeksekusi Megawati. Dirinya masih menunggu keputusan dari atasannya, siapa saja yang akan dikirim untuk mengeksekusi terpidana.

"Jika sudah ditentukan, maka secepatnya kami eksekusi. Sifatnya segera mungkin dan mengakui Megawati bersikap kooperatif selama ini," Tutur Nico

Dalam perkara pengadaan 100 kerbau pejantan tahun anggaran 2008, Megawati terbukti melanggar Pasal 3 Undang Undang RI no 31 tahun 1999 tetang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Pada proyek pengadaan 100 ekor kerbau pejantan untuk kelompok tani di Kabupaten Rohul melalui proyek di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Riau tahun anggaran 2008, semasa dijabat Raja Erisman.

Pada 2008 silam, Disnak Riau melaksanakan proyek pengadaan 100 ekor kerbau untuk dibagikan ke kelompok tani di Kabupaten Rohul dengan dana Rp 990 juta. Meski anggaran telah dicairkan 100 persen, namun pada pelaksanaan tidak semua kerbau diserahkan ke kelompok tani. Sekitar 20 ekor kerbau belum disalurkan saat itu.

Walau proyek tidak selesai, namun Megawati tetap mau meneken berita acara serahterima, dan seolah-olah semua kerbau sudah diterima oleh kelompok tani di Rohul. Akibat perbuatan, Megawati dinilai merugikan negara sekira Rp 258 juta.

Meski kasusnya sudah inkrah atau putusan tetap, namun terpidana kasus korupsi pengadaan kerbau di Rohul, Megawati masih juga belum dieksekusi. Ia masih bertugas di Badan Penghubung Riau di Jakarta sampai hari ini.

R24/awa/ags

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru