riau24 Pertamina Kembangkan Teknologi Pohon Penghasil Listrik | Berita Riau
Kamis, 14 Desember 2017

Pertamina Kembangkan Teknologi Pohon Penghasil Listrik

0
Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu 19 November 2014. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Berita Riau -  Pertamina Kembangkan Teknologi Pohon Penghasil Listrik
Jakarta-Riau24.com - PT Pertamina EP Rantau mengembangkan teknologi pohon yang dapat menghasilkan listrik melalui Pusat Pemberdayaan Masyarakat Pertamina (PPMP) Field Rantau, di Aceh. Sebanyak 100 pohon yang oleh masyarakat Aceh dikenal sebagai pohon Kuda-kuda atau disebut juga Kedongdong Hutan ini terbukti bisa menghantarkan daya listrik.

Agus Amperianto, Field Manager PT Pertamina EP Rantau menjelaskan dari hasil riset awal, dari satu batang pohon diperoleh tegangan listrik sebesar 0,7 volt. Dengan menghubungkan beberapa pohon, baik seri maupun paralel bisa diperoleh voltase dan arus yang memadai untuk dikonversikan dalam bentuk daya listrik sedikitnya 12 Watt sehingga dapat menghidupkan empat lampu bohlam LED masing-masing 3 Watt untuk satu rumah penduduk.

“Tentunya makin besar daya yang diperoleh, makin banyak daya listrik yang bisa dimanfaatkan,” ujar Agus melalui keterangan pers, Jumat (6/11/2015).

Untuk menghasilkan energi listrik, menurut Agus, minimal pohon kedongdong hutannya sudah berakar kokoh dengan diameter batang minimal 15-20 cm. 

“Lebih besar batang pohon yang dimanfaatkan lebih baik untuk menghasilkan voltase listrik yang lebih banyak lagi,” jelasnya.

Agus mengatakan pengembangan pohon penghasil listrik ini sejalan dengan bisnis Pertamina yang memberikan perhatian penuh pada pengembangan energ baru dan terbarukan. “Kami berperan aktif mendukung program pemerintah dalam hal efisiensi sumber daya energi dan energi baru terbarukan,” ujarnya.

Energi listrik dari pohon kedongdong hutan ini berawal dari riset Naufal Rizki salah satu siswa kelas II MTSN Kecamatan Langsa Lama. Field Rantau kemudian mengajak Naufal untuk mengembangan risetnya dalam skala lebih besar di PPMP yang didesain sebagai pusat belajar masyarakat.

“Penemuan ini diharapkan dapat diaplikasikan bagi masyarakat miskin yang tidak mampu memasang listrik, dan tempat-tempat terpencil yang belum terjamah listrik,” kata Agus.

Ia menjelaskan pengembangan pohon kayu listrik akan diintegrasikan dengan penghijauan dan peningkatan ekonomi bagi masyarakat. Pohon ini bernilai ekonomis karena daunnya dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak dan dahannya dapat digunakan sebagai pagar kebun masyarakat. Selain untuk pakan ternak, daun kedongdong juga bermanfaat untuk ramuan herbal bagi kesehatan.

R24/rno/cnn 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru