riau24 Zat Beracun Ditemukan dalam Konflik Suriah-Irak? | Berita Riau
Sabtu, 16 Desember 2017

Zat Beracun Ditemukan dalam Konflik Suriah-Irak?

1
Suasana ketika militer Rusia melancarkan serangan lewat udara di kota Maaret al-Naaman, Suriah, Rabu (7/10/2015). (REUTERS/Khalil Ashawi)
Berita Riau -  Zat Beracun Ditemukan dalam Konflik Suriah-Irak?

Riau24.com - Ahli senjata kimia menemukan adanya penggunaan zat sulfur mustard yang sangat beracun. Zat ini digunakan saat kelompok militan ISIS bertarung melawan pemberontak lainnya.

Dilansir dari Reuters, Jumat, 6 November 2015, Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons (OPCW), menemukan setidaknya ada dua orang terkena dampak zat kimia berbahaya itu di kota Marea pada 21 Agustus 2015. OPCW sendiri adalah sebuah organisasi penentang penggunaan senjata kimia.

"Sangat memungkinkan bahwa efek dari zat sulfur mustard bisa membunuh seorang bayi," ujar salah seorang anggota OPCW.

Dikatakan anggota tersebut, penggunaan sulfur mustard dimaksudkan untuk menghancurkan persenjataan kimia. Namun dari laporan yang disampaikan, tidak tertulis bahwa ISIS adalah pengguna zat itu.

Sumber diplomatik lain mengatakan, sulfur mustard atau gas mustard telah digunakan saat bentrokan terjadi antara ISIS dan kelompok pemberontak lainnya saat itu.

"Hal ini menimbulkan banyak pertanyaan mengenai dari mana datangnya atau sumber gas tersebut. Antara ISIS yang membuat sendiri gas itu atau berasal dari tempat persediaan senjata yang telah diduduki ISIS," ujar salah seorang diplomat yang tidak disebutkan namanya itu.

Suriah seharusnya sudah terbebas dari senjata kimia sejak 18 bulan lalu karena melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB dan Konvensi Senjata Kimia pada 1997.

Juru Bicara Departemen Pertahanan AS, John Kirby mengatakan OPCW merilis tiga laporan untuk negara-negara anggotanya pada 29 Oktober kemarin.

"Dua laporan ini sangat mengganggu. OPCW mengkonfirmasi adanya penggunaan senjata kimia," kata Kirby.

Ia mengatakan, saksi memberi laporan bahwa mereka mendengar adanya helikopter yang mendekat. Pada saat itulah sebuah amunisi kimia meledak. Diketahui hanya rezim Assad yang memiliki helikopter.

Laporan akan disampaikan secara resmi kepada Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon pada akhir bulan ini. Hal itu menambah bukti bahwa ISIS telah memperoleh dan menggunakan senjata kimia di Irak dan Suriah.

R24/rno/viv 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Rabu, 13 Desember 2017 10:32 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA & ANJING ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/Ms1ZMuu.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru