riau24 Begini Rincian Perhitungan Pembelian Pulsa Listrik | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Begini Rincian Perhitungan Pembelian Pulsa Listrik

0
Pembelian pulsa listrik dengan telepon sangat berbeda. (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)
Berita Riau -  Begini Rincian Perhitungan Pembelian Pulsa Listrik

Jakarta-Riau24.com - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memastikan perhitungan pembelian pulsa listrik atau listrik prabayar berbeda dengan pulsa telepon. Pembelian secara prabayar kedua jenis pulsa itu berbeda, terutama satuan.

"Berulangkali di media massa disampaikan ke publik informasi yang perlu diluruskan perihal listrik prabayar. Boleh jadi dapat info yang perlu diklarifikasi, menyamakan beli pulsa telepon dengan beli pulsa listrik," kata Kepala Divisi Niaga PT PLN (Persero) Benny Marbun kepada Metrotvnews.com, Selasa (8/9/2015).

Benny menjelaskan, jika membeli pulsa telepon Rp100 ribu akan mendapat Rp95 ribu, sedangkan beli pulsa listrik Rp100 ribu dapat 75 kWh. Bukan mendapatkan Rp75 ribu. Jadi, jelas Benny, antara keduanya berbeda satuan.

Benny meluruskan pernyataan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli yang menuding ada permainan mafia di pulsa listrik atau listrik prabayar. Salah satu indikasinya, kata Rizal, masyarakat beli pulsa listrik Rp100.000 tapi pulsa listrik yang didapatkan hanya senilai Rp73.000.

Benny memberikan contoh pembelian pulsa listrik untuk rumah tangga berdaya 1.300 volt ampere (VA). Misalnya, ada konsumen rumah tangga daya 1.300 VA membeli token Rp100 ribu, ada beberapa perhitungan dalam pembelian jumlah tersebut.

"Apa saja perhitungannya? Pertama administrasi bank Rp1.600 (tergantung banknya, ada yang mengenakan Rp2.000). Kedua, biaya meterai Rp0 (karena transaksinya hanya Rp100 ribu saja)," lanjut dia.

Ketiga, pajak penerangan jalan sebesar Rp2.306 (PPJ di DKI 2,4 persen dari tagihan listrik). Hal ini yang membedakan pembelian pulsa telepon dan beli pulsa listrik. Saat membeli pulsa listrik dikenakan PPJ.

"Keempat, sisa rupiah untuk listrik, Rp100 ribu dikurangi PPJ dan administrasi bank yakni (1.600 + 2.306) sama dengan Rp96.094. Kelima, listrik yg diperoleh berarti Rp96.094 dibagi 1.352 sama dengan 71,08 kWh. Di mana tarif listrik adalah Rp1.352/kWh," tambah dia.

Oleh karena itu, ketika membeli listrik sebesar Rp100 ribu, maka akan mendapat kuota listrik sebesar 71,08 kWh. Besaran kWh inilah yang dimasukkan ke meter asaat membeli pulsa listrik, bukan Rp71 ribu.

"Biaya meterai, untuk transaksi Rp250 ribu sampai dengan Rp1 juta dikenakan biaya meterai Rp3.000. Di atas Rp1 juta dikenakan biaya meterai Rp6.000. PPJ dipungut atas dasar undang-undang dan peraturan pemerintah. Nantinya seluruh hasil pungutan PPJ disetorkan ke Pemda," kata Benny. 

R24/metrotvnews/noe

 

Video Channel Riau24 TV




Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru