riau24 Ferrari Diminta Tak Gunakan Hak Veto Lagi | Berita Riau
Senin, 18 Desember 2017

Formula 1

Ferrari Diminta Tak Gunakan Hak Veto Lagi

0
Ferrari adalah satu-satunya tim yang mendapatkan hak veto di Formula 1. (REUTERS/Adrees Latif)
Berita Riau -  Ferrari Diminta Tak Gunakan Hak Veto Lagi
Jakarta-Riau24.com - Presiden Federasi Otomotif Internasional (FIA), Jean Todt, menegaskan bahwa usulan dari organisasinya untuk membatasi biaya pengembangan mesin adalah ide yang masuk akal, dan dirinya kecewa Ferrari telah memveto usulan tersebut. 

Dalam beberapa waktu ke belakang, FIA berupaya untuk meloloskan ide tersebut untuk meringankan beban tim-tim non-pabrikan. Hal ini terutama karena biaya pengembangan mesin menjadi komponen biaya paling mahal yang membebani tim-tim kecil sejak dikenalkannya peraturan mesin baru di 2014.

Saat ini pengembangan mesin dan juga gearbox membuat tim mengeluarkan hingga €20 juta per tahun. Todt berharap peraturan baru bisa menekan biaya itu hingga ke angka €12 juta. 

"Saya mempertimbangkan angka €12 juta, yang masih terhitung nilai yang tinggi, sebagai jumlah yang masuk akal," kata Todt seperti dikutip dari ESPN F1. "Saya tidak bertanggung jawab untuk anggaran para tim pabrikan dan juga pengeluaran mereka."

"Saya kira nilai tersebut adil." 

Usulan FIA itu ditolak mentah-mentah oleh Ferrari -- satu-satunya tim di Formula 1 yang memiliki hak veto terhadap peraturan di masa depan. Tim yang bermarkas di Maranello itu berpendapat bahwa biaya pengembangan produknya tidak boleh didikte oleh otoritas balapan. 

Merespons veto Ferrari, FIA berupaya mengadopsi usulan bos F1 Bernie Ecclestone untuk mengenalkan pembatasan anggaran mesin senilai €6-7 juta per tahun mulai tahun 2017 nanti. FIA juga memperingatkan Ferrari untuk tidak menggunakan hak vetonya lagi.

"Sangat mengecewakan bahwa Ferrari menggunakan hak vetonya terhadap pembatasan biaya," kata Todt. "Veto adalah seperti memiliki pistol di celana Anda. Sehingga Anda harus berhati-hati dalam menggunakannya." 
 
Todt mengkhawatirkan tim-tim kecil F1 yang mendapatkan uang lebih kecil dari total hadiah yang ditawarkan F1. 

Ferrari, Red Bull, Mercedes, Williams, dan McLaren menerima bonus pembayaran dari pemegang hak komersial karena mereka memiliki kesuksesan dalam beberapa waktu ke belakang, atau memiliki keterikatan dengan sejarah F1. 

Lima tim lainnya hanya mendapatkan uang hadiah berdasarkan urutan di klasemen konstruktor, sehingga mendapatkan jauh lebih sedikit ketimbang tim-tim besar. 

Todt mengatakan bahwa FIA tidak berwenang mengubah perjanjian komersial antara tim-tim dengan Bernie Ecclestone, namun bisa mengurangi beban biaya bagi tim-tim kecil. 

"Jika kita tidak bisa memiliki solusi pembatasan biaya, maka kita perlu mencari penyelesaian lainnya. Jika tidak, tim-tim berisiko mengalami kebangkrutan," katanya. 

R24/rno/cnn 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru