riau24 Didatangi Ninik Mamak, Polres Rohul Tangguhkan Penahanan 16 Pria Terduga Pungli Jalinprov | Berita Riau
Rabu, 13 Desember 2017

Didatangi Ninik Mamak, Polres Rohul Tangguhkan Penahanan 16 Pria Terduga Pungli Jalinprov

0
16 pria diduga pelaku pungli di Bonai Darussalam yang diamankan Tim Khusus Pungli Satreskrim Polres Rohul
Berita Riau -  Didatangi Ninik Mamak, Polres Rohul Tangguhkan Penahanan 16 Pria Terduga Pungli Jalinprov

Rohul-Riau24.com - Sejumlah ninik mamak dan ketua ormas asal Bonai Darussalam datangi Kepolisian Resor (Polres) Rokan Hulu (Rohul) , mereka meminta menangguhkan penahanan terhadap 16 pria terduga sebagai pelaku pungutan liar (Pungli).

16 pria dari beberapa Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) itu diamankan Tim Khusus Pungli dari Satuan Reskrim Polres Rohul, Jumat (6/11/2015).Mereka tertangkap tangan sedang melakukan Pungli di depan posnya terhadap setiap kendaraan yang melintas di Kecamatan Bonai Darussalam.

Kapolres Rohul AKBP Pitoyo Agung Yuwono menegaskan Kepolisian akan menumpas segala Pungli dilakukan secara pemaksaan, dan tindakan premanisme yang terjadi di wilayah hukumnya. Apalagi, Pungli itu sudah mengarah premanisme dan meresahkan masayarakat banyak.

Pitoyo mengakui pihaknya menangguhkan 16 pelaku karena ada jaminan dari Ninik Mamak dan Tokoh Masyarakat di Bonai Darussalam. Meski sudah ditangguhkan, para pelaku akan kembali berurusan dengan polisi jika tindakan Pungli masih dilakukan.

"Secara tegas saya katakan, perkara ini akan tetap saya naikkan dan perkara baru akan kita gabungkan," ujar Pitoyo kepada wartawan, Minggu (8/11/2015).

Selain melarang Pungli, Pitoyo juga meminta beberapa pos yang masih berdiri di jalan lintas provinsi Rohul-Duri, yang dijadikan sebagai tempat melakukan tindakan Pungli terhadap setiap kendaraan yang melintas, segera dibongkar karena sudah sangat meresahkan masyarakat.

"Ini harus ditertibkan, sehingga memberikan rasa aman ke seluruh pengguna jalan dan masyarakat sekitar, sebab Pungli dilakukan dengan cara pemaksaan," tegasnya saat dihubungi.

Pitoyo mengakui pihaknya telah membentuk tim khusus dalam menumpas segala tindakan premanisme dan pemaksaan. Tim itu gabungan dari personel Reserse, Intelijen, dibantu dari perosnel Polda Riau.

"Kita tidak main-main dalam perkara premanisme dan tidakan pemaksaan ataupun pemerasan. Ini perintah langsung dari Kapolda dan jadi prioritas Kapolri tahap dua," tegas Pitoyo lagi.

AKBP Pitoyo mengimbau seluruh masyarakat Rohul tidak takut melapor ke polisi jika melihat atau jadi korban dari tindakan premanisme dan pemerasan.

"Kami siap menerima laporan dari masyarakat selama 24 jam," pungkas AKBP Pitoyo dan mengatakan adanya kasus ini, jajarannya akan melakukan razia rutin ke kawasan rawan tindakan premanisme, seperti di kafe-kafe dan tempat lainnya.

R24/awa/ags

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru