riau24 KPK Periksa Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumut Terkait Gatot Pujo | Berita Riau
Minggu, 17 Desember 2017

KPK Periksa Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumut Terkait Gatot Pujo

1
Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho bersama istrinya Evy Susanti usai diperiksa KPK, Jakarta (25/9/2015). (Detikfoto/Hasan Al Habshy)
Berita Riau -  KPK Periksa Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumut Terkait Gatot Pujo
Jakarta-Riau24.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumatera Utara Indra Alamsyah, di Jakarta, Senin (9/11/2015). Indra, yang mengenakan baju putih berkotak-kotak ini tiba di gedung komisi antirasuah sekitar pukul 09.45 WIB.

Sebelum naik ke ruang pemeriksaan, Indra duduk di kursi belakang ruang tunggu. Sesekali, ia melihat ke layar telepon genggamnya. Indra diperiksa sebagai saksi kasus suap pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) setempat dan penolakan hak interpelasi.

"Indra diperiksa untuk GPN (Gatot Pujo Nugroho, Gubernur nonaktif Sumatera Utara)," kata Pelaksana Harian Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati ketika dikonfirmasi CNN Indonesia, Senin (9/11/2015).

Indra dianggap mengetahui, menyaksikan, atau mendengarkan dugaan suap yang diberikan oleh Gatot untuk anggota DPRD Sumatera Utara.

Pelaksana Tugas Wakil Ketua KPK Indriyanto Seno Adji mengatakan pihaknya terus mengembangkan dugaan penerimaan suap ke pihak lainnya. "Kami masih pendalaman dan memang pemeriksaan mengarah kesana untuk ungkapkan adanya kemungkinan dugaan pelaku lainnya yang harus turut bertanggungjawab secara pidana," kata Anto kepada awak media.

Lima kolega Indra telah ditetapkan sebagai tersangka oleh komisi antirasuah. Kelimanya adalah eks Ketua DPRD Sumut Saleh Bangun dan tiga eks Wakil Ketua DPRD Sumut diantaranya Saleh Bangun, Kamaludin Harahap, Sigit Purnomo Asri, Chaidir Ritonga, serta eks anggota DPRD setempat Ajib Shah.

Mereka diduga menerima duit suap dari Gubernur nonaktif Sumatra Utara Gatot Pujo Nugroho dan istrinya, Evy Susanti.

Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik dan pejabat KPK melakukan ekspose atau gelar perkara hingga empat kali. Gatot diduga memberikan fulus untuk para anggota DPRD  tersebut. Gatot disangka pasal 5 ayat 1 atau 13 UU Pemberantasan Tipikor jo 64 jo 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sementara itu, para anggota dewan dijerat Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tipikor jo 64 ayat 1jo 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sejauh ini, KPK telah memanggil kelima tersangka untuk diperiksa sebagai saksi, Jumat pekan lalu. Keterangan kelima orang dibutuhkan untuk berkas penyidikan Gatot.

Istri Pelaksana Tugas Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, Evi Diana, juga telah diperiksa KPK. Evi mengaku menerima duit sua dan telah mengembalikannya. Namun, Evi belum ditetapkan sebagai tersangka.

KPK juga telah memanggil Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumut Baharuddin Siagian, Bendahara Sekretariat Sumatera Utara Muhammad Alinafiah, Anggota Dewan Pengawas PDAM Tirtanadi sekaligus mantan Sekretaris Daerah Sumut Nurdin Lubis, Pejabat Wali Kota Medan Randiman Tarigan, mantan anggota DPRD Fraksi PPP Ali Jabbar Napitupulu, eks anggota DPRD Brilian Mochtar, Kabiro Keuangan Sumut Achmad Fuad Lubis, dan pengusaha Zulkarnaen.

R24/rno/cnn

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Sabtu, 28 Oktober 2017 09:19 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/3kH5LyG.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru