riau24 Pertamina akan Tagih Piutang US$ 46 Juta dari Mitra Petral | Berita Riau
Jumat, 15 Desember 2017

Pertamina akan Tagih Piutang US$ 46 Juta dari Mitra Petral

0
Dirut PT Pertamina Dwi Soetjipto (kiri) bersama Menteri BUMN Rini Soemarno (kanan) saat memberikan keterangan terkait pembubaran anak usaha Pertamina, Petral (Pertamina Energy Trading Limited), Jakarta, Kamis, 13 Mei 2015. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Berita Riau -  Pertamina akan Tagih Piutang US$ 46 Juta dari Mitra Petral
Jakarta-Riau24.com - PT Pertamina (Persero) tengah mengevaluasi beberapa kontrak dan piutang anak usahanya, Pertamina Energy Trading Limited (Petral) kepada sejumlah mitra bisnisnya. Penyisiran piutang sebesar US$ 46,6 juta tersebut ditargetkan tuntas pada akhir Desember.

"(Ini karena) aset Petral akan diambil Pertamina. Saat ini kami masih menyelesaikan piutang atas beberapa klaim," ujar Direktur Keuangan Pertamina, Arief Budiman di kantornya, Senin (9/11/2015).

Arief menerangkan, pasca dilakukannya uji untutas (due diligence) dan audit forensik oleh perusahaan audit independen asal Australia, Kordamentha, aset bersih Petral menyusut menjadi US$ 483 juta, atau turun US$ 1,81 miliar dari posisi sebelumnya US$ 2,3 miliar pada Mei.

Dia beralasan, penyusutan aset terjadi lantaran Petral sudah tidak lagi menjalankan kegiatan bisnis pasca kewenangan pengadaan minyak mentah dan impor bahan bakar minyak (BBM) dialihkan ke Integrated Supply Chain (ISC).

Kendati demikian, Arief mengungkapkan Petral masih memiliki piutang yang belum tertagih sebesar US$ 46,6 juta atau berkisar Rp 629 miliar. Piutang tersebut berasal dari denda keterlambatan pengiriman minyak (demurrage) yang belum dibayarkan oleh mitra bisnis  Pertamina Energy Service (PES), selaku anak usaha Petral. 

Untuk itu, lanjut Arief, Pertamina selaku induk usaha akan menagih piutang tersebut dari rekanan PES. Selain itu, mantan Presiden Direktur PT McKinsey Indonesia ini juga memastikan akan tetap melanjutkan proses likuidasi Petral yang ditargetkan bisa selesai pada April 2015.

"Beberapa (piutang) mungkin sudah lama (karena) bukan hanya tahun ini saja atau dari tahun-tahun dulu. Kita lihat apa itu klaimnya segitu," kata Arief.

R24/rno/cnn 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru